Indonesia Berpeluang Jadi Eksportir Utama Beras Organik

beras organik
(Jika pintar menangkap peluang, beras organik dapat menjadi andalan ekspor Indonesia. Pasar yang kian terbuka lebar serta harga yang tinggi, diharapkan menjadi insentif untuk meningkatkan produksi. Foto courtesy : situs Departemen Pertanian)

Pomidor – Sebagai negara agraris dengan iklim yang relatif stabil, Indonesia memiliki potensi besar menjadi negara eksportir berbagai macam produk pertanian, termasuk di antaranya adalah beras organik. Pasar yang masih luas ditambah dengan harga yang tinggi di pasaran internasional, membuat ekspor beras organik menjadi peluang bisnis yang sangat menguntungkan.

Belum lama ini Indonesia mengekspor 40 ton beras non kimia ke Belgia, dengan harga 60-70 ribu rupiah per kilogramnnya.

“Kita ekpor beras organik ke Belgia mulai tahun ini. Harganya Rp 60 ribu sampai Rp 70 ribu per kilogram. Ini bisa menguntungkan petani. Ini bisa mengangkat kesejahteraan petani,” kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dirilis dari portal berita CNN Indonesia.

Menurutnya, beras organik yang diekspor ini berasal dari sejumlah sentra produksi beras yang sudah mengantongi sertifikasi, yakni Tasikmalaya, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Baca juga :

Pemerintah Targetkan Swasembada Bawang Putih

Pemerintah Segera Luncurkan Program Reforma Agraria

Pemerintah sendiri berharap produksi beras organik terus meningkat. Sehingga target ekspor 100 ribu ton di akhir tahun nanti, bisa terwujud. Untuk mendukung target tersebut, pemerintah kini tengah mengembangkan beberapa lahan pertanian.

“Kita berencana mengembangkan 100 ribu hektar. Nanti lima tahun ke depan, kita targetkan 500 ribu hektar. Ini merupakan potensi yang belum digarap pemerintah,” ujar Menpan.

Selain Jawa, pemerintah juga membidik pengembangan sentra produksi di pulau-pulau lain agar dapat memenuhi impian swasembada beras seperti yang diamanatkan Presiden Joko Widodo. Kalimantan adalah pulau yang menjadi fokus pemerintah berikutnya. Tahun depan, program swasembada beras diharapkan bisa segera mulai digarap di pulau tersebut. (inot)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan