border=

Media Tanam Tanah dari Bawah Rumpun Bambu

rumpun bambu
Tanah di bawah rumpun bambu banyak mengandung humus

Pomidor – Bercocok tanam merupakan kegiatan yang berhubungan dengan dunia tumbuhan. Untuk menunjang kehidupan, tumbuhan memerlukan beberapa hal. Antara lain cahaya, air,  karbondioksida, dan media hidup. Media  hidup tumbuhan mulai berkembang luas seiring berkembangnya tekhnologi. Media hidup tumbuhan dapat berupa tanah, air, kerikil, arang sekam, kotoran ternak, serasah daun, dan lain sebagainya.

Media hidup tumbuhan yang digunakan masyarakat secara umum adalah tanah. Ada bermacam-macam jenis tanah berdasarkan sifatnya. Ada tanah liat, pasir, humus, gambut, dan berbagai jenis tanah lainnya. Pertanyaannya, jenisntanah mana yang baik digunakan untuk media tumbuh tumbuhan? Tentu saja tanah yang banyak mengandung zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan untuk tumbuh dan berkembang. Jenis tanah ini biasanya disebut tanah humus. Ciri tanah humus antara lain berwarna coklat kehitaman, tekstur remah dan tidak mudah menggumpal, memiliki porositas tinggi (air mudah meresap di tanah ini).

 border=

Salah satu sumber  tanah humus yaitu tanah yang berasal dari bawah rumpun bambu. Pendapat ini sudah diyakini oleh orang-orang zaman dulu hingga sekarang. Baru-baru ini, perkembangan IPTEK mampu menemukan beberapa alasan tanah di bawah rumpun bambu memiliki humus dan kesuburan tinggi.

Bambu memilik tunas yang akrab disebut rebung. Rebung memiliki Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) yang tinggi. Rebung bambu juga mengandung mineral yang berfungsi menunjang pertumbuhan tumbuhan. Mineral tersebut antara lain Zat besi (Fe), Magnesium (Mg), Fosfor (P), Kalium (K), Natrium (Na), Seng (Zn), Selenium (Se), Mangan (Mn), Tembaga (Cu). ZPT dan berbagai mineral tersebut, terlepas ke tanah di sekitar rebung sehingga menyebabkan tanah menjadi subur.

Baca juga :

 border=

Drone Mulai Banyak Digunakan untuk Pertanian

Kondisi tanah di bawah rumpun bambu biasanya lembab. Rumpun bambu menghalangi sampainya sinar matahari ke tanah. Kondisi tanah yang lembab menjadi habitat cacing tanah dan mikroorganisme pengurai. Kedua organisme tersebut membantu menguraikan serasah daun bambu yang jatuh ke tanah. Serasah daun yang terurai akan menjadi humus.

Akar bambu berbentuk serabut yang bercabang-cabang dan sangat panjang. Akar tersebut mampu menembus tanah dengan daya jangkau yang  jauh. Cabang-cabang serabut akar yang menembus tanah, menciptakan pori-pori di tanah. Pori-pori tersebut mempermudah meresapnya air ke dalam tanah. Air yang meresap akan tersimpan di dalam tanah bersama dengan mineral-mineral terlarut. Bagi anda yang suka berkebun, tanah dari bawah rumpun bambu bisa menjadi anternatif media yang baik. Selamat mencoba.(ito)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan