Truk Gunakan Kotoran Sapi Sebagai Energi Penggeraknya

kotoran sapi untuk penggerak truk
(Petani susu asal California, Amerika Serikat, Albert Straus, menciptakan model truk yang sumber energinya berasal dari limbah kotoran sapi. Inzet : Albert Straus. Foto : Straus Creamery)

Pomidor – Menghadapi tekanan untuk menurunkan emisi gas metana di bawah undang-undang pengurangan gas rumah kaca California yang baru, Straus menemukan solusi mengubah gas metana dari kotoran sapi menjadi energi. Limbah dari industri susu sendiri menyumbang sekitar seperempat emisi metana di negara bagian Amerika Serikat tersebut.

Bekerjasama dengan mekanik setempat, Straus menghabiskan delapan tahun mengembangkan sebuah truk tenaga listrik dari gas metana yang dihasilkan kotoran sapi. Ia kemudian menggunakan truk itu untuk membantu pekerjaannya sehari-hari. Truk itu beroperasi membawa makanan bagi sapi-sapi perah organik peliharaannya sekaligus juga mengangkut hasil produksi susu dari peternakannya.

Beroperasinya truk yang memanfaatkan kotoran sapi sebagai sumber energinya itu menjadi alternatif yang ramah lingkungan.

“Apa yang saya coba lakukan ini adalah menciptakan model pertanian organik terintegrasi yang ramah terhadap bumi, tanah, hewan, serta orang-orang yang bekerja di perternakan. Selain itu yang tak kalah pentingnya adalah membantu mendayagunakan masyarakat pedesaan,” kata Straus dalam sebuah rilis media.

Baca juga :

Sudah Waktunya Menggunakan Plant Stake Takiron

Drone Mulai Banyak Digunakan untuk Pertanian

“Truk listrik dari kotoran sapi ini bukan hanya praktis untuk usaha berbasis organik saya, tapi juga merupakan simbol upaya melawan perubahan iklim yang mengancam bisnis dan masa depan pertanian kita,” tambah Straus.

Straus berkeinginan menunjukkan kepada komunitas petani dan masyarakat umum bahwa pertanian terpadu dapat menjadi solusi praktis untuk menghadapi perubahan iklim global. (inot)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan