border=

Indonesia Butuh Ribuan Penyuluh Pertanian

penyuluh pertanian dibutuhkan
(Untuk meningkatkan produksi di sektor pertanian, Indonesia membutuhkan lebih banyak lagi tenaga penyuluh pertanian. Selain melalui rekrutmen, tenaga penyuluh bisa dilakukan melalui mekanisme swadaya di tiap desa. Foto : metrotvnews.com)

Pomidor – Kondisi ideal minimal 1 tenaga penyuluh pertanian untuk 1 desa, tampaknya masih jauh panggang dari api. Pasalnya, hingga saat ini Kementrian Pertanian hanya memiliki 44 ribu tenaga penyuluh pertanian. Padahal total desa yang ada di Indonesia kurang lebih ada 72 ribu.

“Kita memang masih ada kekurangan 28 ribu tenaga penyuluh pertanian,” kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Kementrian Pertanian, Momon Rusmono.

“Dari 44 ribu penyuluh di Kementrian Pertanian, sekitar 25 ribunya berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sementara sisanya berstatus Tenaga Harian Lepas (THL),” Momon menambahkan.

 border=

Yang disayangkan adalah jumlah tenaga penyuluh tersebut menunjukkan trend terus menurun. Dari kurun waktu hampir 20 tahun, Indonesia kehilangan nyaris sepertiga dari tenaga penyuluh di sektor pertanian. Di awal reformasi (1998), Indonesia memiliki lebih dari 37 ribu tenaga penyuluh. Sedangkan tahun ini, jumlah mereka tinggal 25 ribu.

Menurunnya jumlah tenaga penyuluh disebabkan perkembangan jaman yang antara lain adalah adanya perubahan transisi lembaga penyuluhan yang sebelumnya berdiri sendiri, kini jadi satu dengan dinas. Kemudian ditambah lagi dengan tidak seimbangnya antara jumlah penyuluh yang sudah memasuki masa pensiun dengan yang baru, sehingga berakibat keberadaan mereka terus menyusut.

Dengan jumlah desa yang ada, rata-rata seorang penyuluh saat ini harus menangani tiga desa sekaligus. Hal ini tentu saja membuat pendampingan tidak dapat efektif dan optimal. Imbasnya, produksi pertanian juga tidak dapat maksimal serta keinginan untuk mensejahterakan petani semakin sulit tercapai.

Upaya untuk mengatasi tenaga penyuluh pertanian ini sebenarnya sudah dilakukan beberapa tahun lalu. Kementan selama tiga tahun berturut-turut melakukan rekrutmen tenaga penyuluh melalui mekanisme THL.

“Pada tahun 2008, 2009, 2010 kita rekrut THL 19 ribu orang yang kini 6 ribu di antaranya sudah diangkat menjadi PNS,” kata Momon.

Baca juga :

Buah Lokal Dapat Kucuran Dana Triliunan Rupiah

Nilai Tukar Petani Jatim Tertinggi Nasional

Dari total penyuluh tersebut, yang benar-benar menjadi penyuluh pertanian tak lebih dari 32 ribu orang karena sisanya  merupakan penyuluh yang berada di level struktural.

Selain melalui rekrutmen, Kementan juga menggalakkan program penyuluh swadaya di tiap-tiap desa untuk menutup kekurangan jumlah tenaga. Sementara pemerintah kota/kabupaten dapat pula berperan aktif dengan merekrut tenaga penyuluh di wilayahnya masing-masing. (inot)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan