Kebijakan Imigrasi Trump Berdampak Buruk Bagi Pertanian AS

kebijakan imigrasi
(Kebijakan Presiden Donald Trump untuk membatasi buruh migran, dikhawatirkan akan berdampak buruk pada sektor pertanian Amerika Serikat. Selama ini, buruh migran menjadi tulang punggung yang menggerakan industri pertanian AS. Foto : Pinterest.com)

Pomidor – Senator Dianne Feinstein dari Partai Demokrat (California), memperingatkan rancangan kebijakan imigrasi yang didukung Presiden Donald Trump akan berdampak buruk bagi sektor pertanian di AS.

“Kita adalah salah satu produsen pertanian terbesar. Industri ini bernilai $50 miliar. Dan ada puluhan ribu pekerja yang kita pekerjakan di sektor pertanian ini,” kata Feinstein kepada CNN (3/8).

Muat Lebih

“Para pekerja itu adalah termasuk kelompok yang dilarang dalam rancangan kebijakan imigrasi Presiden Trump. Konsekuensinya akan melumpuhkan sektor pertanian jika mereka tidak boleh masuk.”

Feinstein menambahkan, buruh Amerika tidak akan mau bekerja berpanas-panas “di bawah suhu 40 derajad Celcius. “Tanpa pekerja asing, industri pertanian Amerika akan lumpuh.”

Trump hari Rabu lalu (2/8) bersama dengan dua senator konservatif, mengekspos undang-undang baru yang bertujuan untuk membatasi imigrasi legal ke Amerika Serikat.

Dua senator konservatif dari Partai Republik tersebut adalah Tom Cotton (Arkansas) dan David Perdue (Georgia). Mereka bekerja sama dengan pejabat Gedung Putih untuk merevisi dan memperluas sebuah legislasi yang akan mengurangi separuh jumlah orang yang menerima legal permanen selama satu dasawarsa.

Baca juga :

AS Larang Impor Daging Asal Brazil

Keputusan Donald Trump Berdampak pada Keamanan Pangan Dunia

Presiden Donald Trump mengatakan kepada pers bahwa tindakan tersebut “akan menjadi reformasi paling signifikan terhadap sistem keimigrasian kita dalam kurun waktu setengah abad”.

Undang-undang ini akan membuat sistem keimigrasian AS “berbasis jasa”, yakni hanya orang-orang yang memiliki jasa atau berkontribusi kepada AS yang diberi ijin untuk tinggal. Jauh berbeda dengan sistem keimigrasian sebelumnya yang lebih banyak berdasarkan ikatan keluarga. (inot)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan