Kontaminasi Fipronil Membuat Telur Asal Belanda Tak Layak Konsumsi

kontaminasi fipronil pada telur membuat Eropa panik
(Kontaminasi fipronil pada telur-telur produksi Belanda terbukti berbahaya bagi kesehatan konsumen. Saat ini tengah berlangsung penyelidikan insentif untuk mengungkap skandal telur yang mengandung bahan kimia berbahaya tersebut. Foto : Euraktiv.com)

Pomidor  – Kontaminasi fipronil dalam jumlah besar yang ditemukan pada ratusan ribu telur asal Belanda, sempat membuah heboh Eropa pekan ini. Pasalnya, kontaminasi sejenis insektisida yang melebihi ambang batas tersebut, sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia.

Link Banner

Badan Keamanan Pangan dan Produk Pangan Belanda (NVWA), mengungkapkan hal itu dan memperingatkan konsumen agar untuk sementara tidak membeli produk telur tersebut. Kalau pun sudah terlanjur membeli, mereka diminta segera membuangnya.

Fipronil adalah jenis insektisida yang digunakan untuk membasmi kutu serta berbagai serangga yang bersifat parasit. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tidak sama sekali melarang penggunaan fipronil asal dalam takaran yang sudah ditentukan. Namun jika konsentrasinya terlalu tinggi, hal itu bisa menimbulkan efek berbahaya pada fungsi ginjal, liver dan kelenjar tiroid.

NVWA sendiri mengumumkan telah menutup 180 peternakan ayam petelur usai ribut-ribut ditemukannya kontaminasi fipronil pada telur-telur produksi mereka.

Menurut pemberitaan pers di Belanda, NVWA mengakui bahwa telur yang terkontaminasi sudah setahun beredar dan dijual bebas di negara tersebut. Sebagian yang diekspor ke Jerman, baru awal pekan ini ditarik secara besar-besaran dari peredaran oleh otoritas keamanan pangan setempat.

“Kami tidak dapat berbuat apa-apa lagi untuk telur yang sudah dimakan,” kata salah seorang pejabat NVWA kepada media on-line Volkskrant.

ChickFriend, perusahaan besar di balik skandal tersebut, dikabarkan sudah sejak Juni tahun lalu menggunakan fipronil dalam jumlah besar di seluruh peternakan ayamnya. Sedangkan pihak ChickFriend mengatakan insektisida itu didapat dari pemasok Belgia. Saat ini tengah berlangsung investigasi intensif untuk menyelidiki apakah perusahaan Belanda itu sebelumnya mengetahui adanya insektisida beracun yang dipakai di peternakannya atau tidak.

Baca juga :

Jerman Blokir Telur yang Terkontaminasi Fipronil

UAE Larang Impor Produk Pertanian dari Beberapa Negara Teluk

Sementara itu, peternak-peternak kecil menuding ChickFriend sebagai biang kerok ancaman kerugian besar yang mereka hadapi sebagai imbas dari skandal tersebut.

Erik Hubers dari asosiasi peternak Belanda, mengatakan kepada penyiar NOS, “Perusahaan (ChickFriend) tampaknya telah mencampur antara zat legal dengan zat yang dilarang untuk meningkatkan efektivitasnya.” (inot)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan