Semut Rangrang Adalah Partner Anda Berkebun

semut rangrang partner berkebun
(Puluhan semut rangrang menyerang ulat pemakan daun. Banyak manfaat yang kita peroleh dari kehadiran semut ini. Selain sebagai penjaga kebun dari serangga-serangga pengganggu, mereka juga dekomposter yang baik untuk menjaga kesuburan tanah.)

Pomidor – Bagi Anda yang hobi merawat bunga di pekarangan rumah atau petani yang memiliki kebun buah, kehadiran semut merah atau semut rangrang, sering kali dianggap mengganggu. Apalagi kalau diam-diam mereka merayap di tubuh Anda dan kemudian menggigit. Ampun, sakitnya setengah mati. Itu cuma satu semut. Bagaimana kalau puluhan? Hampir pasti Anda akan mengaduh-aduh kesakitan karena sekujur tubuh serasa terbakar akibat gigitan semut.

Link Banner

Kalau sudah begini, reaksi kita biasanya adalah beli racun serangga lalu menyemprotkannya ke tempat-tempat di mana banyak semut rangrang lalu lalang. Bahkan yang lebih ekstrem, langsung mencari dan menghancurkan sarangnya.

Padahal ini adalah tindakan yang gegabah. Tahukah Anda bahwa semut rangrang merupakan penjaga kebun Anda yang paling handal? Kebun atau pohon yang ada koloni semut rangrangnya, hampir pasti steril dari serangga pengganggu macam kutu daun, ulat atau pun belalang. Ini karena semut rangrang tergolong semut pemakan protein murni. Nutrisi untuk menghidupi koloni serta larva-larva di sarangnya, sebagian mereka peroleh dari serangga-serangga lain yang ada di sekitarnya.

Maka tak heran jika sebuah pohon jambu air, misalnya, ada koloni semut rangrangnya, pohon itu tumbuh subur dan berbuah lebat. Serangga-serangga lain atau binatang yang lebih besar, tidak akan “nyaman” tinggal di pohon tersebut. Jangankan berkembang biak, untuk tinggal sedikit lebih lama di pohon jambu air itu saja mereka akan kesulitan karena secara konstan akan diganggu oleh koloni semut rangrang yang rutin berpatroli.

Ciri lain dari semut rangrang adalah bersifat teritorial dan “mudah naik pitam”. Mereka tidak akan segan-segan menyerang apa pun yang mendekati kawasan aktivitasnya. Tak hanya pada sesama serangga, tapi juga pada manusia yang nekad memanjat pohon tempatnya bersarang tanpa alat pengaman. Meningat perilakunya yang galak ini, beberapa perkebunan besar mulai banyak memanfaatkan semut rangrang untuk menjaga pohon-pohon buah mereka.

Baca juga :

Kalau Rumput Liar Bisa Ngomong …

Tumor Tidak Hanya Menyerang Manusia, Tapi Juga Tumbuhan

Sebenarnya ada lagi manfaat dari semut ini, yakni membantu menyuplai kebutuhan makanan bagi pohon inangnya. Ketika menggali terowongan di bawah tanah untuk membuat sarang, secara tidak langsung mereka mengaerasi tanah dan melancarkan sirkulasi oksigen di dalam tanah. Selain itu, semut juga melakukan proses daur ulang dengan mengumpulkan makanan, potongan-potongan daun kering, serta serangga-serangga mati untuk kemudian diubah menjadi pupuk bagi tanah di sekitarnya.

Dengan banyaknya pekerjaan semut rangrang yang menguntungkan, tidak semestinya kita menganggap mereka sebagai hama. Justru mereka adalah partner kita berkebun. Kalau pun sesekali Anda digigit, jangan lantas emosi dan berniat menghancurkan sarang mereka. Anggap saja gigitan itu sapaan akrab dari rekan berkebun Anda. (inot)

2 Komentar

  1. Jengkel banget mas, kalau pohon buahku ada semutnya. Semut apa saja, mulai dari yang kecil hingga rangrang itu. Mau membungkus buah hingga memetik, harus berjuang diantara gigitan semut.

  2. Tapi buah di pohon sampean akan maksimal tumbuhnya, ga ada hamanya. Biasanya menjelang berbuah, didatangi lalat buah. Kalau ada semut rangrangnya, lalat buah ga berani. Tapi resikonya ya sampean jadi susah manjat2

Tinggalkan Balasan