Termitomyces, Jamur Edibel Terbesar di Dunia

Pomidor – Tahukah Anda apa itu jamur Termitomyces? Jamur Termitomyces atau yang biasa disebut dengan jamur rayap merupakan jamur edibel (dapat dimakan) yang dibudidayakan oleh rayap. Termitomyces berasal dari dua kata, yaitu termite yang berarti rayap dan mykes berarti jamur. Orang yang tidak tahu mungkin mengira jamur ini tumbuh ditanah, padahal jika ditelusuri atau digali lebih dalam, jamur ini tumbuh pada comb rayap yang ada di dalam tanah.

Jamur ini merupakan jamur tropis dan hanya ditemukan di kawasan Asia dan Afrika. Sebenarnya ukuran jamur ini sangat variatif, mulai dari yang paling kecil, ukuran diameter pileus 1 cm hingga berukuran raksasa. Spesies Jamur Termitomyces yang terkecil adalah Termitomyces microcarpus, sedangkan yang paling besar adalah Termitomyces titanicus. Ukuran jamur Termitomyces yang sangat besar membuat jamur ini dijuluki sebagai jamur edibel terbesar di dunia. Di Afrika diameter pileus (tudung jamur) mampu hingga mencapai 1 meter lebih.

Link Banner
Jamur termitomyces
Khoirul Anwar dengan jamur termitomyces.

Jamur Termitomyces memiliki tekstur yang sangat enak dan gurih. Selain itu beberapa penelitian mengungkapkan bahwa jamur ini juga berkhasiat sebagai obat, terutama sebagai tonikum, kwashiorkor, kolesterol, dan obat kuat. Di beberapa negara jamur ini bahkan diperjualbelikan di pasar.

Sampai saat ini jamur ini belum ada yang bisa membudidayakannnya, sehingga jamur ini dijuluki sebagai jamur tersulit yang dibudidayakan. Artinya, sampai saat ini hanya rayap saja yang mampu membudidayakan jamur ini.

Termitomyces umkowaan

Di Indonesia jamur ini banyak ditemukan, khususnya di wilayah jawa.

Termitomyces eurrhizus

Masyarakat lokal biasa menyebutnya dengan jamur barat dan jamur bulan (jawa) dan supa bulan (sunda). Jamur ini muncul sekitar bulan November hingga Mei atau sekitar akhir musim hujan atau biasa muncul setelah musim laron. Di jawa terdapat beberapa spesies jamur Termitomyces yang dapat temukan, diantaranya Termitomyces eurrhizus (jamur barat), T. umkowaan (jamur bulan), T. clypeatus (jamur trucu) dan lain-lain. Sampai saat ini masyarakat hanya bergantung pada alam untuk mendapatkan jamur tersebut.

Masyarakat di Indonesia, khususnya anak anak menyukai kegiatan berburu jamur di kebun atau di hutan untuk dijadikan sebagai lauk makan.

NB: Tulisan ini merupakan sumbangan artikel dari Khoirul Anwar, Post Graduate Student di Insititut Pertanian Bogor khusus untuk Pomidor.

7 Komentar

Tinggalkan Balasan