border=

Tumor Tidak Hanya Menyerang Manusia, Tapi Juga Tumbuhan

tumor pada tumbuhan
(Kondisi pohon randu yang terkena tumor (crown gall) memprihatinkan. Pertumbuhan dan perkembangan menjadi tidak maksimal. Foto: Jasmito/pomidor.id)

Pomidor – Di jaman modern ini, deteksi penyakit juga semakin canggih. Berbagai bahasan penyakit semakin banyak bermunculan, termasuk penyakit tumor. Bahkan pemberitaan tentang korban kematian akibat tumor juga semakin banyak. Ternyata, tumor tak hanya menghinggapi manusia, tapi juga ada tumor pada tumbuhan.

Tumor merupakan penyakit/kelainan pada tubuh yang disebabkan oleh pertumbuhan dan perkembangan sel yang tidak normal. Logika awamnya seperti ini, sel merupakan unit kehidupan terkecil penyusun makhluk hidup. Di dalam sel terdapat gen yang mengontrol kegiatan sel. Apakah sel akan tetap hidup, waktunya mati, waktunya tumbuh dan berbagai kegiatan sel lainnya diatur oleh gen. Jika gen mengalami perubahan atau sering disebut mutasi, maka akan berpengaruh terhadap tugasnya sebagai pengontrol sel. Ketika sel-sel tua sudah waktunya mati, ternyata gen tidak memberi perintah untuk mati, namun sel-sel baru tetap terbentuk padahal sel tua masih ada, maka kondisi tersebut akan menciptakan jaringan (kumpulan dari sel-sel sejenis) yang over pertumbuhannya. Munculnya jaringan dengan pertumbuhan yang over disebut tumor.

 border=

Tumor yang umum dikenal adalah tumor yang menyerang manusia. Eits, nanti dulu. Tumor ternyata tak hanya menyerang manusia, tumbuhan pun bisa terkena tumor. Tumor pada tumbuhan ditandai dengan adanya benjolan yang tidak umum pada bagian tubuh, terutama batang dan akar. Kondisi tumbuhan yang terkena tumor juga layaknya manusia, memprihatinkan. Kadang daun-daunnya kelihatan tidak sehat, pertumbuhannya lambat, buah juga kelihatan tidak normal.

“Penyakit benjol pada tumbuhan ini biasanya bermula dari luka pada bagian akar atau batang tumbuhan. Bagian tubuh yang luka, terinfeksi bakteri Agrobacterium sp. Aktivitas Agrobacterium sp memicu produksi berlebih hormon pertumbuhan auksin dan sitokinin tumbuhan. Jika kedua hormon tersebut berlebih, maka pertumbuhan jaringan tidak terkendali dan membentuk tumor atau disebut crown gall”, papar Muhammad Khoirul Anwar, mahasiswa pasca sarjana Institut Pertanian Bogor (IPB) Fakultas Pertanian, saat dihubungi Pomidor hari Rabu (9/8).

Baca juga :

 border=

Bakteri Ini Mampu Uraikan Sampah Plastik dalam 6 Minggu

5 Keuntungan Bercocok Tanam dengan Polibag

Keberadaan crown gall merugikan tumbuhan karena kebutuhan nutrisi akan terpecah ke jaringan yang mengalami pertumbuhan over. Akibatnya, bagian tumbuhan lain seperti cabang, ranting, daun, bunga, dan buah terganggu pertumbuhannya. Bahkan ada tumbuhan yang sampai “hidup segan mati pun tak mau”.

Intinya, biang dari tumor tumbuhan adalah bakteri Agrobacterium sp. Namun, bakteri ini tidak hanya merugikan lho. Tuhan menciptakan sesuatu lengkap dengan kurang dan lebihnya. Agrobacterium sp biasanya digunakan oleh ilmuwan untuk menciptakan tumbuhan transgenik. Tumbuhan transgenik merupakan tumbuhan yang disisipi gen dari tumbuhan lain. Agrobacterium sp memiliki kelebihan dapat menghantarkan gen dari tumbuhan satu ke lainnya. Bahasa gampangnya, bakteri tersebut dititipi, disuruh antar, meletakkan, dan menata gen dari satu tumbuhan ke tumbuhan lainnya. (ito)

2 Komentar

    • ya begitulah mbak. Rahasia Tuhan banyak sekali.bahkan tumbuhan pun dianugerahi penyakit tumor. Tugas manusia mempelajarinya dan bisa menjadi bukti bahwa Tuhan itu ada. hehheee

Tinggalkan Balasan