Usaha Pertanian Organik Masih Terkendala Pasar

usaha pertanian organik terkendala pasar
(Mahasiswa PPL UNIRA, Beni (kanan) dan Yuski (kiri) yang sedang praktek di lahan pertanian organik Cemorokandang, Kota Malang. Mereka memiliki minat di pertanian organik, namun terkendala dengan pasar. Foto : Jasmito/Pomidor)

Pomidor – Peminat untuk menekuni usaha pertanian organik sebenarnya banyak karena prospeknya yang bagus. Meski begitu, sejauh ini pelakunya masih sedikit. Pasalnya, dibalik prospek yang bagus juga terselip aneka persoalan, mulai dari tenaga kerja hingga serapan pasar yang tidak sebesar pertanian konvensional. Itu pun butuh kerja keras untuk membukanya.

Link Banner

Padahal dua faktor ini merupakan penunjang pokok dalam dunia usaha, termasuk di dunia usaha pertanian organik. Di wilayah tertentu, tersedia tenaga kerja yang memiliki passion tinggi untuk bertani organik, namun sulit menjangkau pasar. Ada juga wilayah yang memiliki potensi pasar, namun tenaga kerja tidak tersedia.

Daerah yang memiliki potensi pasar, namun minim tenaga kerja pertanian organik adalah di perkotaan. Masyarakat kota yang rata-rata berpendidikan tinggi, cenderung memilih kerja di kantor. Lahan yang tersisa di perkotaan juga hampir habis karena beralih fungsi menjadi ruko atau pemukiman. Daerah dengan jumlah tenaga kerja banyak di bidang pertanian, namun jauh dari pasar adalah daerah pedesaan. Di pedesaan, lahan masih terbentang luas, masyarakat secara turun temurun bermata pencaharian sebagai petani, dan masih jarang usaha berbasis kantor.

Bicara tentang usaha pertanian organik, di Kota Malang ada satu tempat yang konsisten melakukannya, yakni di Kelurahan Cemorokandang. Saat berkunjung ke sana (23/8), terlihat dua mahasiswa pertanian dari Universitas Raden Rahmat (Unira) Kepanjen yang sedang Praktik Kerja Lapangan (PKL). Kedua mahasiswa tersebut sudah mencium potensi besar dari bisnis pertanian organik.

Salah satu mahasiswa yang bernama Beni mengatakan, “Seandainya saya tinggal di dekat perkotaan, saya tertarik untuk bisnis di bidang pertanian organik. Saya tinggalnya di Sumbermanjing, Kabupaten Malang, sehingga jauh dari pasar organik”.

Sementara Yuski yang juga merupakan mahasiswa PPL Unira mengungkapkan alasan serupa, “ Saya juga tertarik untuk bercocok tanam secara organik. Namun permasalahannya adalah penjualannya kemana. Meskipun bisa menjual ke kota Malang, namun saya tidak ada kenalan orang yang mau membeli produk organik. Misalnya nanti saya dapat tanah sewa daerah Wajak, mungkin akan usaha organik. Aksesnya tidak begitu jauh dari Kota”.

Dibalik manisnya prospek bisnis pertanian organik, tersimpan ribuan masalah bagi mereka yang terjun ke bisnis budidaya organik. Bagi mereka yang tinggal di lingkungan jauh dari pusat kota, mendengar harga sayur organik yang cenderung stabil tanpa terikat oleh hukum jual beli layaknya di pasar, mereka akan tertarik untuk budidaya. Namun banyak dari mereka yang mengurungkan niat usaha pertanian organik karena akses ke pusat kota yang jauh.

Baca juga :

6 Alasan Kenapa Musti Beli Sayur & Buah dari Petani Lokal

Padi Organik Lebih Disukai Burung Pipit

Mereka akan berpikir dua kali menghadapi kendala di biaya transportasi. Apalagi bertani organik harus mereka lakukan sendiri, mulai penyediaan pupuk sampai panen dilakukan. Beban akan kian bertambah jika harus menjual produk organiknya sendiri. Belum lagi tidak semua lapisan masyarakat kota mau membeli produk organik. Hanya lapisan tertentu saja terutama yang sadar tentang arti kesehatan. Jika harus berangkat sendiri dan membuka lapak di bedak, itu juga tidak bisa menjamin barang dagangan akan habis terjual.

Jangan dianggap permasalahan tersebut hadir tanpa pasangannya alias tanpa solusi. Bagi peminat usaha pertanian organik yang jauh dari akses kota jangan berkecil hati. Kesulitan bisa dipecahkan dengan membuat jaringan sebanyak mungkin terutama di pusat kota. Gunakan juga cara jualan daring memanfaatkan media sosial online. Bekerja secara berkelompok juga dapat menjadi solusi yang top markotop. Bekerja dalam kelompok dapat memetakan siapa yang akan budidaya, penyedia pupuk, menangani panen, transportasi, marketing, dan tugas-tugas lainnya.

Bagi anda yang memiliki minat pertanian organik, jangan sia-siakan minat anda. Minat akan menggiring anda menuju keberhasilan. (Ito)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan