border=

Bakteri di Peternakan Ayam Bisa Menyebar ke Lahan Pertanian

antibiotik untuk pencegahan bakteri di peternakan ayam
(Pekerja di peternakan ayam di India tengah menyuntikkan antibiotik pada seekor ayam broiler. Pemakaian antibiotik di peternakan-peternakan unggas memicu munculnya bakteri yang resisten pada antibiotik dan menyebar ke lahan-lahan pertanian. Foto : tumblr.com)

Pomidor – Pemakaian antibiotik yang rutin dilakukan di industri peternakan unggas, khususnya ayam, ternyata memunculkan masalah baru. Yakni berkembangnya bakteri yang resisten terhadap macam-macam jenis obat antibiotik. Demikian hasil penelitian yang baru-baru ini dipublikasikan oleh Pusat Sains dan Lingkungan di India. Menurut penelitian yang dipublikasikan di Pollution Monitoring Laboratory ini, Tamil Nadu, yang menyumbang lebih dari seperenam total produksi unggas di India, menghadapi persoalan serius berkaitan dengan patogen yang resisten terhadap antibiotik tersebut.

Sistem kekebalan yang dibangun bakteri di peternakan ayam ini menjadi masalah global karena kuman penyebab penyakit tak lagi mempan dibasmi hanya dengan satu jenis antibiotik. Sehingga penyakit yang disebabkan olehnya pun menjadi lebih sulit diobati. Yang lebih mengkhawatirkan, penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa bakteri yang resisten terhadap antibiotik ini sudah menyebar dari peternakan ayam ke ladang-ladang pertanian melalui pupuk kandang yang tidak disterilisasi.

 border=

Tiga jenis bakteri yang umum di kotoran unggas E.coli, Klebsiella pneumonia dan Staphylococcus, ternyata kebal terhadap 16 antibiotik. Padahal 10 dari 16 antibiotik itu telah dinyatakan WHO sangat penting bagi manusia.

Hasil rinci dari penelitian tersebut, 100 persen E.coli, 92 persen Klebsiella pneumonia dan 78 persen Staphylococcus, resisten pada beberapa antibiotik. Sekitar 40 persen E.coli dan 30 persen Klebsiella pneumonia, kebal terhadap setidaknya 10 dari 13 antibiotik yang diujicobakan.

Studi tersebut juga menemukan bahwa dua bakteri ini memiliki daya imun yang sangat tinggi pada antibiotik yang sering digunakan manusia sebagai antibotik pamungkas di rumah sakit. Termasuk di antaranya adalah penisilin, fluoroquinolones serta generasi ketiga dan keempat dari Sefalosporin dan carbapenems.

 border=

Antibiotik untuk mencegah bakteri di peternakan ayam biasanya diberikan di minggu-minggu awal untuk meminimalkan kematian anak ayam yang rentan terserang penyakit.

“Kebanyakan peternakan ayam memberikan antibiotik pada minggu pertama,” kata D. Kannan dari Fakultas Manajemen dan Produksi Unggas di Hosur, Tamil Nadu, India. Dosis rendah antibiotik ini terkadang juga diberikan sebagai pemacu pertumbuhan ayam.

“Hampir 99 persen dari semua antibiotik ini akan dikeluarkan ayam bercampur dengan kotoran seminggu hingga 10 hari kemudian,” Kannan menambahkan.

Baca juga :

Bioaktif Lidah Buaya, Alternatif Pengganti Antibiotik Pada Ayam Petelur

Tak Suka Makanan Transgenik? Jangan Makan Jagung

Kotoran ayam yang tidak melalui proses sterilisasi yang benar ini lalu digunakan sebagai pupuk kandang di lahan-lahan pertanian, di mana bakteri segera membaur dengan bakteri yang sebelumnya sudah ada di dalam tanah.

“Ini adalah momen krusial percampuran antara bakteri di peternakan ayam yang resisten dengan yang tidak,” kata Amit Khurana, kepala penelitian tersebut. Khurana menjelaskan bahwa bakteri yang resisten lebih dominan menyebar melalui transfer gen horisontal.

Selanjutnya percampuran tersebut akan menciptakan lebih banyak lagi bakteri yang kebal yang kemudian menginfeksi manusia.

“Dari lahan pertanian, bakteri ini bisa menyebar ke mana saja. Ke air, tanah dan makanan. Yang pertama kali potensial terserang adalah para petani, keluarganya dan hewan ternak. Baru kemudian meluas ke siapa saja, termasuk konsumen. Sehingga ini merupakan ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat,” ujar Amit Khurana. (inot)

2 Komentar

Tinggalkan Balasan