border=

FAO : Beri Akses Petani Kecil pada Pemanfaatan Bioteknologi

pemanfaatan bioteknologi dibutuhkan untuk petani kecil
(FAO mendorong negara-negara di kawasan Asia-Pasifik untuk memberikan akses lebih besar pada para petani kecil untuk memanfaatkan bioteknologi di sektor pertanian. Foto : elpuclitico.cl)

Pomidor – Para petani kecil di berbagai belahan dunia yang padat penduduk dan rawan terkena bencana kelaparan, membutuhkan akses yang lebih besar pada kemajuan bioteknologi untuk meningkatkan gizi dan ketahanan pangan, sekaligus keluar dari belitan kemiskinan. Demikian rilis dari Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) PBB, (11/9).

Ketika perdebatan mengenai aman tidaknya penggunaan rekayasa genetika (GMO) pada sektor pertanian masih berlangsung sengit, FAO mendesak negara-negara di Asia dan Afrika untuk segera menerapkan pendekatan yang lebih menyeluruh terhadap perkembangan bioteknologi. Baik itu berupa penerapan teknologi sederhana maupun teknologi yang sudah sangat canggih.

 border=

Perhatian yang lebih intens juga harus diberikan pada banyak bentuk teknologi pertanian lainnya yang sudah digunakan saat ini. Termasuk di antaranya adalah penggunaan biofertiliser atau biopestisida pada tanaman produksi dan pohon, inseminasi buatan dan teknologi reproduksi lainnya pada hewan ternak, peralatan berbasis DNA untuk mendiagnosis penyakit pada ikan hasil budidaya, dan lain-lain.

“Akses yang lebih besar untuk memperoleh manfaat dari berbagai jenis bioteknologi pertanian ini dapat memperkuat ketahanan pangan di banyak wilayah. Selain itu juga dapat meningkatkan keuntungan bagi petani yang jerih payahnya menghasilkan pangan, kita nikmati setiap hari.” Hal itu dikatakan Kundhavi Kadiresan, Asisten Direktur Jenderal dan Perwakilan FAO untuk wilayah Asia-Pasifik.

“Jika wilayah ini ingin mencapai target Pembangunan yang Berkelanjutan (SDG) dan menghapuskan kelaparan, kekurangan gizi serta kemiskinan di tahun 2030, setiap negara di sekitar harus berjuang keras. Khususnya memastikan keamanan produksi pangan yang berbasis pada pemanfaatan ilmu pengetahuan yang dapat dijangkau para petani kecil,” tambahnya.

 border=

Baca juga :

Petani Afganistan Mulai Terapkan Teknologi Modern

PBB Bekali Keterampilan Bertani untuk Para Pengungsi Suriah

Pernyataan tersebut dikemukakan Kadiresan pada pembukaan pertemuan antara pemerintah, ilmuwan, akademisi, masyarakat sipil dan pihak swasta di Asia-Pasifik. Pertemuan itu sendiri berlangsung selama tiga hari di Kuala Lumpur, Malaysia. Pada pertemuan yang diinisiasi pemerintah Malaysia tersebut, menjadi ajang berbagi pengalaman penggunaan bioteknologi di bidang pertanian. Tak ketinggalan pula dibahas mengenai peluang penerapannya pada kaum petani kecil di wilayah Asia-Pasifik.

Pada kesempatan yang sama, FAO juga mendorong setiap negara di kawasan dan sekitarnya untuk memperkuat kemitraan lewat kerja sama Selatan-Selatan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kolaborasi serta efektivitas pemanfaatan sumber daya di bidang ini.

Pertemuan Regional di Kuala Lumpur ini merupakan lanjutan dari Simposium Internasional tahun 2016 tentang Peran Bioteknologi Pertanian dalam Sistem Pangan dan Gizi Berkelanjutan di markas besar FAO di Roma, Italia. Pertemuan Regional lainnya bakal digelar di wilayah Sub-Sahara Afrika (22-24 November 2017, di Addis Ababa, Ethiopia). Kemudian disusul di wilayah Amerika Latin, Karibia, Timur Dekat dan Afrika Utara di tahun 2018. (inot)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan