border=

Pencemar Lingkungan Harus Membayar Mahal Ulahnya

pencemar lingkungan harus membayar ulahnya
(Polusi parah di sebuah kota di China. PBB menyatakan para pencemar lingkungan harus dikenai biaya mahal atas ulahnya. Foto : scmp.com)

Pomidor – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) baru-baru ini menyatakan bahwa pencemar lingkungan harus bertanggung jawab. Mereka tak boleh lepas tangan begitu saja. Mereka harus membayar mahal atas kerusakan yang mereka buat di planet ini.

Demikian pernyataan Direktur Eksekutif Lingkungan PBB, Erik Solheim, dalam sebuah konferensi internasional tentang pembangunan berkelanjutan di Universitas Columbia, New York, Senin (25/9). Ia mendesak agar pemerintah di masing-masing negara melakukan pendekatan “hijau” yang lebih terintegrasi sembari memastikan mereka yang “merusak lingkungan” musti bertanggung jawab atas tindakannya.

 border=

“Hal ini tidak boleh terus berlangsung,” kata Solheim sebagaimana dilansir media. Ia menambahkan bahwa tujuan PBB untuk mewujudkan “planet yang bebas polusi” hanya bisa dicapai apabila ada tindakan lanjutan. Termasuk memberi beban biaya tambahan kepada para pencemar lingkungan.

“Siapa pun yang membuat polusi, siapa pun yang merusak alam, harus membayar biaya atas kerusakan atau polusi yang diakibatkan ulah mereka tersebut,” tegasnya.

Solheim merujuk pada kemajuan yang sudah dilakukan China dan India untuk mengatasi persoalan lingkungan ini. Ia juga menyampaikan rilis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyatakan seperempat dari kematian yang terjadi di dunia, berkaitan dengan polusi. Kanker, penyakit jantung dan masalah gangguan pernafasan, semuanya diyakini terkait dengan kualitas udara yang buruk.

 border=

Baca juga :

Libatkan Perempuan dalam Pengelolaan Sumber Air Bersih

Kenya Larang Penggunaan Kantong Plastik

Namun Solheim tidak menyebutkan perusahaan mana saja yang menurutnya mungkin termasuk pelanggar terburuk pencemaran lingkungan. Ia lebih memilih menekankan peran dunia bisnis dalam mengembangkan teknologi baru untuk membantu mengatasi kerusakan lingkungan. Salah satu solusi untuk ini adalah membenahi sistem transportasi massal secara global.

Soldheim mengatakan penurunan dramatis pada biaya penggunaan tenaga matahari mulai berdampak positif di seluruh dunia. Selain itu, dengan memanfaatkan energi dan teknologi yang ramah lingkungan akan membantu menciptakan lapangan pekerjaan serta pertumbuhan ekonomi di berbagai negara. (inot)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan