Awal November, Malang Raya Masuki Musim Penghujan

bmkg perkirakan awal november masuki musim penghujan

Pomidor.id – Hujan yang sempat turun beberapa kali ditambah dengan cuaca yang mulai sering mendung, menandakan awal musim hujan memang segera datang. Wilayah Malang Raya dan sekitarnya, akan memasuki musim penghujan satu hingga dua minggu depan.

Menurut Kasi Observasi dan Informasi BMKG Karang Ploso, Aminuddin AR, intensitas hujan diperkirakan akan mulai sering terjadi mulai awal bulan November mendatang. Sedikit mundur dari biasanya yang jatuh pada pertengahan atau akhir Oktober. Tapi itu pun masih tergolong wajar.

“Tahun ini relatif normal, yakni sekitar tanggal 1 sampai dengan 10 November nanti adalah awal-awal musim penghujan. Kalau pun beberapa hari lalu ada hujan dan suasananya gerah, itu normal-normal saja,” kata Aminuddin di kantornya, Selasa (24/10).

Berita Terkait : Pesanan Bibit Cabai Rawit Melonjak Jelang Musim Hujan

Aminuddin yang bertugas di Stasiun Klimatologi Karang Ploso, Kabupaten Malang, ini menjelaskan, tahun ini tidak ada anomali cuaca. Lain dengan tahun lalu yang hampir sepanjang tahun intensitas hujannya sangat tinggi. Hal itu dipengaruhi oleh La Nina.

“Biasanya siklus La Nina ini terjadi setiap kurun waktu 6-7 tahun sekali. Namun belakangan ini, La Nina munculnya bisa lebih cepat. Bisa tiga tahun sekali,” ujar Aminuddin.

Pria yang sudah lama bekerja di BMKG Karang Ploso ini menambahkan, dibanding El Nino yang sama-sama terjadi karena anomali cuaca, La Nina lebih sulit diprediksi. Bahkan 6 sampai 9 bulan sebelum kedatangannya, La Nina sukar diperkirakan karena periodenya tidak tetap.

Ketika ditanyakan apakah ini ada kaitannya dengan perubahan iklim secara global, Aminuddin hanya mengangguk.

Catatan Terkait : Awas, Hujan Asam di Penghujung Musim Kemarau

Meski demikian, ia mengatakan tahun ini tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan keadaan iklim. Orang-orang yang pekerjaannya sangat tergantung pada cuaca seperti di bidang pertanian, peternakan, perikanan, kelautan, dlsb, bisa bekerja dengan perhitungan seperti biasanya.

“Untuk petani hortikultura, ya tanam saja tanaman-tanaman yang toleran terhadap curah hujan. Misalnya, tanaman-tanaman berumur pendek seperti sayuran. Tapi perlu juga diingat, intensitas hujan tinggi juga meningkatkan kelembaban tanah dan udara yang membuat beberapa hama penyakit berkembang pesat. Terutama jamur dan bakteri,” imbuhnya.

Sedang untuk masyarakat umum, ia mengingatkan pentingnya persiapan menyambut datangnya musim hujan. Membersihkan selokan atau memeriksa atap-atap rumah agar tidak sampai ada yang bocor, adalah hal-hal rutin yang bisa dilakukan sebelum pergantian musim.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan