Kartu Tani Minimalisir Penyelewengan Subsidi

kartu tani
(Kartu tani yang dikeluarkan pemerintah bisa meminimalkan penyelewengan subsidi pupuk yang selama ini sering terjadi. Foto : sampulpertanian.com)

Pomidor – Guna meminimalisir penyelewengan subsidi, pemerintah akan segera menerbitkan kartu tani. Kartu ini merupakan upaya pemerintah untuk menyalurkan subsidi pupuk langsung ke petani sehingga pemberian subsidi menjadi tepat sasaran.

Selama ini subsidi pupuk memang rawan disalahgunakan mulai dari tingkat pengecer resmi hingga agen-agen besar. Praktek penyelewengan yang umum terjadi adalah pupuk subsidi ditimbun atau dioplos dengan pupuk non-subsidi dan kemudian dijual dengan harga pasar. Tak heran pupuk subsidi sering tahu-tahu menghilang dan kalau pun ada, harganya jauh melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Dengan adanya kartu tani, diharapkan praktek-praktek penyelewengan terhadap pupuk subsidi bisa diminimalisir. Selain itu, penyerapan dan pendistribusian pupuk juga dapat dipantau.

Untuk penerbitan kartu ini, pemerintah segera menyiapkan payung hukum dalam bentuk Instruksi Presiden (Inpres). Dua kementrian yang terkait yang berwenang atas kartu bagi profesi petani ini adalah Kementrian Pertanian dan Kementrian Perdagangan.

Menurut Menteri BUMN, Rini Soemarno, ada 3 bank milik pemerintah yang ditunjuk untuk mengeluarkan kartu tani, yakni Bank BRI, Bank Mandiri dan Bank BNI. Ke depan, kartu tersebut akan diintegrasikan dengan program kewirausahaan pertanian, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta asuransi pertanian.

“Implementasi kartu tani diharapkan dapat memperbaiki database petani agar menjadi lebih akurat dan terintegrasi. Serta mengetahui informasi luas lahan pertanian per wilayah dan menetapkan kebijakan berdasarkan perkiraan hasil panen,” jelas Rini di Jakarta, Rabu (11/10).

Meski demikian, ada lima hal yang perlu diperhatikan dalam pengimplementasian kartu tani. Kelima hal tersebut adalah payung hukum, penyuluhan pertanian, perluasan kartu tani, koordinasi antar bank pelaksana dan phase out subsidi pupuk.

Baca juga :

Pupuk dan Benih Tingkatkan Produksi Pangan

Pupuk Bersubsidi Hanya untuk Petani Pangan dan Tebu

Sementara itu, BRI sebagai salah satu bank yang berwenang menerbitkan kartu tani, akan menjadikan kartu tersebut sebagai alat verifikasi penyaluran KUR. Pemilik kartu tani tidak akan diverifikasi ulang saat mengajukan KUR karena data yang ada di kartu sudah jelas.

“Kita tinggal verifikasi datanya bener enggak. Kalau cocok misalnya, dengan luasan 1,5 hektar, kira-kira butuh biaya berapa. Dengan kartu tani, terpolakan juga KUR-nya,” jelas Direktur BRI, Sis Apik Wijayanto.

Sis Apik menambahkan, penyaluran pembiayaan bisa juga digunakan untuk biaya hidup pemeliharaan tanaman dengan tarik tunai. Hanya saja untuk pembelian pupuk, petani tetap harus melakukan transaksi non tunai. (inot)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan