border=

Pendidikan, Rekreasi & Olahraga Penyumbang Inflasi Terbesar

penyumbang inflasi september 2017
(Selama bulan September 2017, kelompok bahan makanan mengalami deflasi sebesar 0,53 persen. Foto : bareksa.com)

Pomidor – Sesuai laman resmi Badan Pusat Statistik (BPS), bulan September 2017 inflasi mengalami kenaikan tipis 0,13 persen. Kenaikan inflasi ini lebih rendah dibandingkan bulan September tahun lalu yang sebesar 0,22 persen. Meski demikian, inflasi di bulan September masih lebih tinggi daripada bulan Agustus, yang justru mengalami deflasi 0,07 persen.

Penyumbang inflasi terbesar adalah kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 1,03 persen. Sedangkan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau yang sering menjadi pengatrol inflasi, hanya sebesar 0,34 persen. Bahkan kelompok bahan makanan justru mengalami penurunan atau deflasi sebesar 0,53 persen.

Dari 82 wilayah di Indonesia, inflasi terjadi di 50 kota dengan Tual menduduki peringkat teratas inflasi tertinggi, yakni 1,59 persen. Sedangkan 32 kota/kabupaten mengalami deflasi.

 border=

Yang menarik, data BPS juga menunjukkan deflasi di kelompok bahan makanan di daerah pedesaan mengerek Nilai Tukar Petani (NTP) secara nasional menjadi sekitar 0,61 persen. Ini artinya, daya beli petani semakin kuat.

Baca juga :

Dua Tahun Terakhir, BRI Sudah Kucurkan KUR 132,4 Triliun

 border=

Mobil Pedesaan Diusulkan Mendapat Insentif Pajak 0 Persen

Meski begitu, ada beberapa sektor NTP yang mengalami penurunan. Beberapa sektor tersebut adalah sektor hortikultura yang turun 0,37 persen dan sektor peternakan turun 0,4 persen.

Sektor hortikultura mengalami penyusutan seiring dengan turunnya harga sayur-sayuran, buah-buahan dan tanaman obat. Sementara sektor peternakan karena harga ternak besar mengalami penurunan 0,56 persen, ternak kecil 0,44 persen dan unggas 0,24 persen.

Secara nasional, peningkatan NTP terjadi di 24 propinsi dengan kenaikan tertinggi di Propinsi Sumatera Selatan sebesar 2,16 persen. Sedangkan 9 propinsi sisanya mengalami penurunan. Penurunan terbesar terjadi di Propinsi Bangka Belitung dan Papua Barat. (inot)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan