border=

Produk Olahan Tomat Dapat Tingkatkan Kesejahteraan Petani

produk olahan tomat

Pomidor.id – Tomat selama ini tergolong sebagai salah satu produk tanaman hortikultura yang harganya gampang berfluktuasi. Kadang sangat murah, tapi kadang juga bisa sangat mahal. Untuk menjaga stabilitas harga tomat, Kementrian Pertanian mendorong agar ada diversifikasi produk tomat yang salah satunya adalah membuat produk olahan tomat.

Menurut Kepala Subdirektorat Aneka Cabai dan Sayuran Buah Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura Kementan, Muhammad Agung Sunusi, gejolak harga tomat banyak dipengaruhi belum dipetakannya kebutuhan serta pola tanam di daerah-daerah sentra produksi. Beberapa sentra penghasil tomat adalah Magelang, Temanggung, Malang, Boyolali, Bandung, Garut, Sukabumi, Enrekang, Karo, Kerinci, Lombok Timur, dan lainnya.

 border=

Ketika harganya mahal, petani ramai-ramai menanam tomat. Sehingga ketika panen, barang pun membludak yang membuat harganya jatuh.

“Secara hukum ekonomi, produk yang belimpah pasti akan membuat penurunan harga jual,” ujarnya di Jakarta, Kamis (26/10).

Karena itu, pemetaan kebutuhan harus menjadi pertimbangan dalam pengaturan pola tanam tomat.

 border=

“Dengan tingkat konsumsi 2,44 kilogram per kapita per tahun, setiap daerah sepatutnya bisa menentukan kebutuhan tingkat wilayah daerah masing-masing dalam mendukung pola produksi,” sambungnya dalam laman resmi Kementrian Pertanian.

Berita Terkait : Buah Lokal Dapat Kucuran Dana Triliunan Rupiah

Selain fluktuasi harga, masalah lain adalah tingkat kerusakan produk sayuran ini cukup tinggi dan umur simpannya juga relatif pendek. Untuk mengatasi hal ini, Dirjen Hortikultura Kementan mendorong agar ada diversifikasi produk olahan tomat. Tomat bisa diolah menjadi pasta, saus, manisan, dodol, hingga diolah menjadi tomat kurma atau torakur.

tomat kurma
(Tomat kurma atau torakur adalah salah satu produk olahan tomat.)

“Produk olahan asal tomat ini ternyata memiliki banyak peminatnya. Selain memiliki cita rasa yang khas, olahan tomat seperti dodol tomat, manisan tomat, maupun tomat kurma, dapat menjadi buah tangan yang memiliki nilai jual yang baik,” ungkap Agung.

Agung menambahkan, kesadaran mengubah pola tanam serta melakukan diversifikasi produk akan menjadi kunci keberhasilan dalam usaha budidaya tomat. Apalagi tak hanya makanan, tanaman asal daratan Amerika ini dimanfaatkan pula menjadi bahan kosmetik kecantikan.

Untuk mendukung diversifikasi produk olahan tomat ini, pemerintah akan memberi bantuan alat-alat pengolahan paska panen. Bantuan tersebut disalurkan melalui Direktorat Pengolahan Pemasaran Hasil Hortikultura.

Berita Terkait : FAO Dorong Pemerintah Berinvestasi di Pedesaan

Di samping itu, Dirjen Hortikultura Kementrian Pertanian juga memfasilitasi kemitraan antara petani dengan industri olahan, baik skala besar maupun rumah tangga, hotel, restoran dan restoran. Tujuannya untuk menyerap produk tomat petani agar cepat laku dengan harga pantas.

Strategi lain adalah memunculkan dan memanfaatkan peran petani-petani maju (champion). Alasannya, pola pikir atau kebijakan pemerintah akan sulit dilaksanakan di tingkat petani tanpa peran champion ini.

“(Tentu) selain dengan pengawalan dan pembinaan dari Dinas Pertanian dan penyuluh pertanian,” tandas Agung.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan