border=

10 Mitos Tentang Penderita Diabetes

mitos tentang penderita diabetes

Pomidor.id – Banyak mitos yang beredar di masyarakat tentang diabetes. Bahkan di  internet pun bertebaran informasi mengenai penyakit ini. Sayangnya, tak semua informasi tersebut benar. Kesalahpahaman, termasuk cara mencegah dan menanganinya, terkadang dapat berbahaya serta menyebabkan stigma yang tidak benar bagi penderita diabetes.

Berikut 10 mitos paling umum tentang diabetes yang mungkin sering kita dengar :

 border=
  1. Akibat terlalu banyak makan gula.

Yang pertama harus diketahui ada 2 tipe diabetes. Tipe 1 adalah penderita diabetes yang tubuhnya tidak mampu memproduksi insulin yang cukup karena kelainan genetik. Tipe 2, tubuh tidak dapat memproses insulin secara benar. Tipe 2 inilah yang disebut sebagai “penyakit” dan hampir 90 persen penderita diabetes termasuk tipe ini. Kelebihan berat badan akibat pola makan sembarangan seperti terlalu banyak mengkonsumsi lemak, karbohidrat dan gula, adalah penyebabnya utamanya. Hal ini berbeda dengan tipe 1, yang merupakan penyakit bawaan. Jadi bukan disebabkan kebanyakan makan gula.

  1. Bukan penyakit serius.

Faktanya diabetes menyebabkan angka kematian lebih tinggi daripada kanker payudara dan AIDS sekaligus. Diabetes juga meningkatkan risiko hampir dua kali lipat untuk terkena serangan jantung. Tidak ada istilah diabetes ringan, sebab semua tipe diabetes dapat meningkatkan komplikasi yang serius bila tidak diperhatikan dengan baik

  1. Hanya diderita orang gemuk.

Pada diabetes tipe 2, memang lebih besar resikonya terhadap orang-orang yang kegemukan ketimbang pada orang-orang dengan berat badan normal. Tapi sebagian orang yang berat badannya berlebih, metabolisme tubuhnya ternyata baik-baik saja.

  1. Tingkat kemakmuran.

Kasus diabetes meningkat di seluruh dunia, termasuk penderita diabetes tipe 1. Sampai sekarang penyebabnya masih belum jelas. Federasi Diabetes Internasional dan WHO memperkirakan ada 400 juta penderita diabetes di seluruh dunia. Yang mengejutkan, 80 persen penderitanya justru ada di negara-negara berkembang.

  1. Menimpa orang-orang berusia lanjut.

Meski banyak diidap orang-orang dengan usai lanjut, namun diabetes juga bisa menyerang siapa saja. Sebuah penelitian yang dilakukan Federasi Diabetes Internasional menyebutkan sekitar setengah juta anak-anak adalah penderita diabetes tipe 1. Sementara usia penderita diabetes tipe 2, semakin lama semakin muda. Bahkan anak-anak penderita tipe 2 ini jumlahnya meningkat lima kali lipat dibanding 10 tahun lalu.

  1. Jangan olahraga.

Entah darimana mitos ini. Tapi banyak olahragawan yang ternyata mengidap diabetes. Meski tetap harus mempertimbangkan beberapa faktor seperti menghindari terlalu lelah, penderita diabetes justru dianjurkan rutin berolahraga untuk menjaga kesehatan.

Artikel Terkait : Rajin Gowes Cegah Kanker dan Serangan Jantung

  1. Menular.

Ini lebih aneh lagi. Ada sebagian yang menganggap diabetes sebagai penyakit menular. Padahal diabetes sama sekali bukan termasuk penyakit menular. Tidak ada cerita orang tahu-tahu terkena diabetes gara-gara penderita di dekatnya bersin, misalnya. Satu-satunya yang paling memungkinkan untuk menyebarnya diabetes adalah melalui keturunan. Orang tua yang memiliki riwayat diabetes, bisa saja menurunkannya kepada anak-anaknya. Namun itu juga tidak selalu. Faktor eksternal seperti gaya hidup serta pola makan tidak teratur, bisa menjadi penyebab seseorang menderita diabetes.

  1. Rasa urin yang manis.

Mitos yang keterlaluan. Bagaimana mengetahui urin seseorang manis atau tidak, apa harus dicecap dulu oleh lidah? Selain menyesatkan, faktanya tidak ada rasa urin yang manis. Sekali pun itu urin penderita diabetes.

  1. Nasi panas mengandung banyak gula.

Tidak ada penelitian yang menyebutkan bahwa ada perbedaan kadar gula antara nasi panas dan nasi dingin. Yang perlu diperhatikan adalah takarannya saja.

  1. Tidak bisa disembuhkan.

Kalau yang ini bisa benar bisa tidak. Khusus untuk penderita diabetes tipe 1, memang tergantung pada pemberian insulin sepanjang hidupnya. Namun lain halnya dengan penderita tipe 2, yang lebih banyak disebabkan obesitas dan kurang gerak. Diabetes tipe 2 ini sebenarnya bisa dicegah dengan memelihara gaya hidup seperti mengatur pola makan sehat dan memperbanyak aktivitas gerak.

2 Komentar

  1. Contoh gejala atau contoh penderita? Kalau contoh gejala yang umum adalah penglihatan kabur, cepat haus dan lapar, luka sulit sembuh, sering kesemutan, gampang lelah, dlsb. Karena ini penyakit kronis, tanda-tanda/gejala seperti di atas sudah ada bahkan sejak penderita diabetes tipe 1 masih berusia belia.

    Ini yang membedakannya dengan penderita diabetes tipe 2 yang lebih banyak disebabkan pola hidup kurang sehat. Jadi penderita diabetes tipe 1 memang bawaan sejak kecil. Sayangnya, belum ada obatnya untuk penderita diabetes tipe 1 ini.

Tinggalkan Balasan