border=

Puluhan Cacing Parasit di Perut Seorang Pelarian Korea Utara

cacing parasit di tubuh seorang pembelon Korea Utara

Pomidor.id – Sejumlah cacing parasit ditemukan di dalam perut seorang tentara Korea Utara yang terluka parah saat kabur ke Korea Selatan. Hal ini menunjukkan betapa parahnya persoalan nutrisi dan kebersihan di Korea Utara. Sebab, tentara adalah warga negara kelas satu di negara paling tertutup sedunia itu. Lha, kalau warga negara kelas satunya saja sampai cacingan, bagaimana dengan warga yang lain?

Puluhan cacing parasit pemakan daging, salah satunya bahkan berukuran 11 inci (27 cm), ditemukan di saluran pencernaan seorang tentara yang membelot dari Korea Utara selama operasi untuk menyelamatkan jiwanya. Demikian dinyatakan kepala dokter bedah, Lee Cook-jong, dirilis dari The Guardian.

 border=

“Sepanjang 20 tahun karir saya sebagai ahli bedah, hal semacam ini hanya bisa saya lihat di buku teks saja,” kata Lee.

Tak hanya cacing parasit, temuan biji jagung yang belum sempurna tercerna di perutnya, menegaskan apa yang kerap diungkapkan para pembelot Korea Utara. Yaitu mengenai buruknya kondisi makanan dan kebersihan di negara itu.

Berita Terkait : Walikota di Brazil Beri Makanan Anjing untuk Siswa Sekolah

 border=

Tentara yang membelot itu diduga berpangkat sersan dari angkatan darat yang ditempatkan di sekitar desa Panmunjom yang merupakan wilayah Joint Security Area. Setelah berhasil masuk ke wilayah Korea Selatan, tentara yang diperkirakan berusia pertengahan 20-an itu langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mengeluarkan beberapa peluru yang bersarang di tubuhnya. Peluru-peluru tersebut berasal dari tembakan tentara Korea Utara yang lain saat ia berusaha kabur masuk ke perbatasan Korea Selatan.

Sayangnya belum ada komentar apa pun dari Pyongyang mengenai insiden tersebut.

kotoran manusia utk pupuk di Korut
(Penggunaan kotoran manusia sebagai pupuk di Korea Utara, memperburuk higienitas di negara tersebut.)

Sebenarnya soal higienitas dan gizi buruk di Korea Utara bukan rahasia lagi. Namun melihat statusnya sebagai tentara, status yang sering dianggap sebagai warga negara kelas satu, hal ini tentu agak mengejutkan. Lantas bisa dibayangkan bagaimana dengan asupan gizi “warga biasa” yang lain.

Beberapa ahli mengaitkan higienitas ini dengan kenyataan di Korea Utara yang menggunakan kotoran manusia sebagai pupuk tanaman.

“Sebelumnya pupuk kimia sepenuhnya disubsidi negara pada tahun 1970-an. Namun di awal 1980-an, subsidi pupuk terus dikurangi,” kata Lee Min-bok, pakar pertanian Korea Utara yang membelot dan kini menjadi aktivis anti pemerintahan ala stalinis di bekas negaranya.

Berita Terkait : Festival Daur Ulang Urin Manusia untuk Pertanian

“Sejak 1990-an, negara tak lagi mampu menyuplai pupuk. Sehingga para petani pun mulai menggunakan kotoran manusia sebagai gantinya,” tambahnya.

Kondisi yang tidak higienis ini memudahkan mewabahnya penyakit di negara yang sekarang dipimpin Kim Jong-un tersebut. Termasuk pula penyakit cacingan yang menjangkiti banyak warga Korea Utara.

Jika ditarik ke belakang, penyakit cacingan adalah sesuatu yang umum di Korea Selatan sekitar 40-50 tahun yang lalu, kata dokter Lee Cook-jong. Akan tetapi seiring dengan kemajuan ekonomi dan kesejahteraan yang meningkat, penyakit cacingan sudah tak pernah terdengar lagi di negara yang terkenal dengan K-popnya itu.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan