Harimau Sumatra Kian Terancam Punah

harimau Sumatra terancam punah

Pomidor.id – Pembukaan perkebunan kelapa sawit yang tidak terkendali, menjadi salah satu penyebab terancamnya harimau Sumatra menuju kepunahan. Subspesies harimau asli Indonesia itu jumlahnya terus menurun dalam beberapa tahun belakangan ini.

Link Banner

Hal itu diungkapkan sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Matthew Scott Luskin, seorang pengajar di Asian School of Environment di Universitas Teknologi Nanyang, Singapura. Selama bertahun-tahun ia mempelajari 15 harimau Sumatra di taman konservasi yang terdaftar sebagai salah satu situs Warisan Dunia UNESCO.

Hasil penelitian tersebut menyatakan penurunan populasi harimau Sumatra dari 742 ekor di tahun 2000, menjadi 618 ekor di tahun 2012. Ini sama dengan rata-rata jumlah harimau asli Indonesia tersebut berkurang 10 ekor setiap tahunnya.

“Potensi menurunnya populasi harimau Sumatra selama kurun waktu 12 tahun (dari tahun 2000 hingga tahun 2012), 16,6 persennya disebabkan oleh lenyapnya hutan habitat mereka,” demikian kesimpulan tim dalam makalah yang dipublikasikan Nature Communications.

Artikel Terkait : Cula Badak Dijarah Menangkan Wildlife Photograph of the Year

Temuan itu sekaligus menunjukkan bahwa hutan dataran rendah dan perbukitan, habitat terbesar harimau, luasannya menurun sebesar 21 persen akibat terus dibukanya lahan untuk perkebunan kelapa sawit.

“Kami menyimpulkan hanya ada dua kawanan yang tersisa dengan 30 harimau betina sehat (subur). Hal ini mengindikasikan harimau Sumatra betul-betul menghadapi resiko kepunahan jika alih fungsi hutan tidak segera dikendalikan,” laporan dalam makalah tersebut menambahkan.

“Saya pikir laporan kami itu merupakan bukti kuat dan komprehensif bahwa lenyapnya habitat asli mereka, membuat harimau Sumatra berada di ambang kepunahan,” tulis Luskin dalam emailnya.

Luskin mencatat, dalam 20 tahun terakhir jumlah harimau Sumatra terus menyusut akibat perburuan liar, kebakaran hutan hingga berkurangnya hutan habitat mereka akibat terus dibukanya lahan untuk perkebunan, khususnya perkebunan kelapa sawit.

Artikel Terkait : Sayangi Lebah, Karena Tanpanya Manusia Bisa Punah

Namun ia juga mengapresiasi upaya pemerintah Indonesia untuk melestarikan harimau asli Sumatra. Apalagi dua subspesies harimau lainnya, yakni harimau Jawa dan harimau Bali, sudah dinyatakan punah sejak tahun 2003 karena maraknya perburuan liar serta perluasan pembangunan pemukiman di kedua pulau terpadat di Indonesia itu.

“Ancaman kepunahan yang sama juga dihadapi harimau Sumatra. Kami ingin semua pihak bekerja keras mengendalikan penggundulan hutan dan menghentikan total perburuan liar untuk menyelamatkan harimau yang tersisa. Semoga (laporan) ini menggugah kepedulian kita semua,” jelas Luskin.

2 Komentar

  1. Perburuan liar & pemukiman yg membuat harimau jawa punah. Sayang sekali. Tp kl ada, kemungkinan bentrok dg penduduk krn ternaknya terancam

  2. Kata sebagian penduduk yang tinggal di pinggiran hutan, harimau jawa sebenarnya masih ada. Cuma hanya sesekali munculnya. Itu pun dicurigai sebagai harimau jadi-jadian. Masyarakat kita memang masih kental dengan hal-hal mistik.

Tinggalkan Balasan