Memanfaatkan Ampas Kopi untuk Pupuk Tanaman

ampas kopi

Pomidor.id – Anda penggemar kopi? Berapa cangkir/gelas kopi yang Anda konsumsi setiap hari? Lantas, kopi model apakah kegemaran Anda, instant atau tubruk? Khusus bagi Anda penggemar kopi tubruk, apa yang Anda lakukan dengan ampas kopi yang ada? Anda buang begitu saja atau Anda gunakan untuk sesuatu yang bermanfaat?

Pertanyaan-pertanyaan di atas timbul karena sejauh ini di Indonesia masih belum banyak masyarakat yang mengolah limbah atau ampas kopi untuk sesuatu yang lebih bermanfaat. Sesuatu yang mempunyai nilai ekonomis. Kebanyakan orang membuang begitu saja letheke kopi, orang Jawa menyebut endapan kopi di dasar cangkir/gelas, sebelum mencuci barang pecah belah tersebut.

Padahal ampas kopi adalah material organik yang mempunyai banyak kegunaan. Salah satunya yang paling menyolok adalah fungsinya untuk menambah kesuburan tanah. Pasalnya, limbah kopi memiliki kandungan unsur N (nitrogen) yang sangat tinggi sehingga membantu membuat kompos yang berkualitas. Caranya pun mudah, campurkan saja sisa kopi yang sudah dikonsumsi dengan bahan-bahan kompos lainnya seperti rontokkan daun-daunan, sisa makanan berupa sayur dan buah, serta bahan-bahan organik lainnya.

Artikel Terkait : Makanan Hasil Fermentasi Kini Makin Banyak Ditinggalkan

ampas kopi untuk pupuk tanaman
(Ampas kopi bersama campuran kompos dan pupuk kandang, sangat ideal untuk media tanaman.)

Kadar pH kopi yang cukup rendah (bahkan cenderung asam), mempercepat proses pengomposan. Tanah yang terlalu basa juga dapat dinetralkan (diasamkan) dengan menggunakan ampas kopi. Selain unsur N yang tinggi, lethek kopi juga memiliki unsur makro hara lainnya seperti fosfor, kalium, potasium, serta magnesium. Sementara unsur mikronya ada kandungan zinc dan zat besi, namun karena jumlahnya terlalu sedikit sehingga tak berefek langsung pada tanaman.

Selain menyuburkan dan memperbaiki drainase tanah, ampas dari kopi juga bisa dibuat sebagai pestisida alami. Tanah yang sudah dicampuri ampas dari kopi ini terbukti dapat mencegah serangan hama seperti siput dan semut. Uniknya, penggunaan ampas kopi untuk pupuk organik ternyata tidak berefek negatif terhadap cacing tanah. Malah cacing tanah sangat menyukai dan kemudian mengolahnya menjadi nutrisi yang sangat dibutuhkan tanaman.

O ya, bagi Anda yang sering jengkel karena kucing kesayangan suka BAB sembarangan di pekarangan rumah, ampas kopi bisa mengatasi kebiasaan buruk tersebut. Taburkan saja ampas dari kopi yang sudah dikonsumsi ke sekitar tanah yang biasa dipakai Si Pus buang hajat. Aromanya yang menyengat niscaya membuat kucing enggan BAB di sana.

Mengingat manfaat yang demikian besar, maka sayang rasanya jika ampas kopi hanya dibuang-buang begitu saja. Memang dalam segelas kopi, ampasnya hanya sekitar 20-30 gram. Terlalu sedikit kalau digunakan untuk pupuk atau hal lainnya. Tapi kalau dalam sehari penikmat kopi membuat dua sampai tiga gelas sehari, jumlahnya ya lumayan juga kalau dikumpulkan.

Artikel Terkait : Bertani itu Bersedekah

Sedangkan dari sisi bisnis, sangat jarang orang yang serius memanfaatkan ampas kopi untuk meraup penghasilan. Padahal bahan bakunya murah meriah (bisa-bisa malah gratis) dan tersedia di mana-mana. Bayangkan jika sebuah warung kopi membuat seratus gelas kopi atau lebih untuk para pelanggan setiap harinya. Paling tidak ada dua kilo ampas kopi yang terkumpul. Itu hanya dari satu warung. Bagaimana jika dikumpulkan dari sepuluh warung, lima belas warung atau lebih? Puluhan kilo potensi ampas kopi yang bisa dikumpulkan setiap harinya.

Tinggal sekarang pintar-pintarnya saja “merayu” pemilik warung agar mau mengumpulkan limbah kopi yang ada dan diambil secara berkala pada waktu-waktu tertentu. Campuran ampas kopi, kompos dan pupuk kandang jika diolah dengan benar, dapat dijual sebagai media tanam atau pupuk organik. Selain membantu mengurangi volume sampah, olahan dari ampas kopi juga dapat bernilai ekonomis.

2 Komentar

Tinggalkan Balasan