Residu Pestisida Kimia Terdeteksi Menyebar ke ASI

residu pestisida berbahaya bagi ibu menyusui

Pomidor.id – Penggunaan berlebihan pupuk dan pestisida kimia di sektor pertanian sudah lama dituding sebagai penyebab berbagai macam penyakit pada manusia. Namun yang paling mengkhawatirkan, residu pestisida kimia itu kini terdeteksi sudah menyebar pula ke Air Susu Ibu (ASI).

Hal ini dinyatakan oleh Dr. Pramodkumar, seorang advokat kesehatan masyarakat dalam sebuah program interaksi yang diorganisir Green Foundation di Manipur Press Club, Selasa, (5/12). Program interaksi sehari itu digelar untuk memperingati Hari Bumi.

Green Foundation adalah sebuah LSM yang bekerja untuk mempromosikan pertanian organik di negara bagian Manipur yang terletak di timur laut India. Dr. Pramodkumar sendiri sudah bertahun-tahun mempromosikan pertanian organik mengingat banyaknya efek negatif kesehatan yang ditimbulkan oleh penggunaan pupuk dan pestisida kimia di sektor pertanian. Bahaya itu kini juga sudah terdeteksi meyebar ke ASI ibu-ibu yang menyusui.

“Penggunaan bahan kimia berlebihan pada sektor pertanian dan tanaman hortikultura memperpendek usia harapan hidup manusia,” tegas Dr. Pramodkumar dikutip dari e-pao.net.

Artikel Terkait : Penggunaan Pestisida Mutlak Harus Dikendalikan

Residu pestisida utamanya, menyebabkan berbagai penyakit yang terkait dengan dermatologis, gastrointestinal, hati berlemak, alzheimer, parkinson, asma, masalah reproduksi, dll. Bahkan bisa merembet pada kerusakan DNA.

Dr. Pramodkumar menambahkan, dibandingkan 30 tahun lalu, makanan yang kita konsumsi saat ini banyak mengandung efek berbahaya bagi kesehatan. Tak sedikit orang yang menderita obesitas. Baik anak-anak maupun orang dewasa berat badannya meningkat tiga kali lipat. Dalam beberapa kasus, pediatrik diabetes juga sudah menyerang anak-anak.

Sosialisasi yang terus menerus akan bahaya residu pestisida, membuat sebagian petani di Manipur kini beralih ke pertanian organik.

Sementara itu, Dr. V. Pandey, ilmuwan di Pusat Regional pertanian organik di Imphal, ibukota negara bagian Manipur, sepakat dengan sejawatnya, Dr. Pramodkumar. Ia mengatakan, cara terbaik untuk memperbaiki kondisi kesehatan masyarakat adalah mendorong lebih banyak lagi petani untuk menekuni pertanian organik.

Dr. Pandey melanjutkan, produk-produk organik dari Manipur yang sudah memiliki sertifikat mustinya juga dipasarkan ke negara-negara bagian lain di India. Dengan demikian kesejahteraan petani lokal akan terkerek naik.

Artikel Terkait : Sayangi Lebah, Karena Tanpanya Manusia Bisa Punah

Sedangkan Hitoshi Yokota, Konsultan Pertanian Internasional asal Jepang yang telah lama bekerja di India, meyakinkan bahwa jika ditelateni pertanian organik tak kalah, bahkan lebih baik dari pertanian konvensional yang banyak bergantung pada bahan-bahan kimia. Menurutnya, tanah dapat dibuat lebih subur hanya dengan mengandalkan bahan-bahan dari alam. Selain itu, pertanian organik jauh lebih sehat sehingga ibu-ibu tak perlu lagi khawatir ASI mereka tercampur dengan residu pestisida.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan