Jepang Tawarkan Sensasi Wisata Tinggal di Desa

sensasi wisata di pedesaan Jepang

Pomidor.id – Pemerintah Jepang berencana lebih gencar lagi mempromosikan kepada turis asing untuk merasakan sensasi wisata menginap di desa-desa pertanian di negara tersebut. Langkah-langkah untuk mendukung rencana yang akan diwujudkan tahun depan itu sudah dilakukan. Salah satu antaranya adalah mensponsori koki-koki terampil mengadakan kelas memasak bagi klub wanita untuk mengenalkan makanan lokal dan budaya setempat.

Link Banner
Festival Sumiyoshi
(Festival tahunan menanam padi Sumiyoshi menjadi daya tarik wisatawan asing untuk tinggal beberapa waktu di daerah pedesaan di Jepang.)

Wisata tinggal dengan keluarga petani di desa dan komunitas di daerah-daerah pertanian lainnya, akan membuka kesempatan bagi orang asing untuk bersentuhan langsung dengan budaya tradisional Jepang. Mulai dari menanam padi hingga menikmati hidangan lokal bersama penduduk desa. Banyak turis, khususnya dari Asia, beberapa tahun belakangan ini telah berulang kali tinggal di desa-desa di negeri matahari tersebut.

Dilansir dari News on Japan, Pemerintah Jepang sendiri mengalokasikan ¥ 5 miliar (sekitar Rp 600 milyar) untuk merevitalisasi daerah pedesaan dengan mempromosikan sensasi wisata tinggal di sana. Subsidi juga akan diberikan ke sekitar 200 wilayah, termasuk Wajima di Prefektur Ishikawa yang berencana mengadakan tur keliling di wilayah tersebut.

Program pariwisata di daerah pedesaan ini telah mendapat lampu hijau sejak bulan Maret lalu. Otoritas yang berwenang menargetkan 500 daerah di seluruh Jepang akan menjadi tuan rumah wisata tinggal di pedesaan pada tahun 2020 mendatang.

Artikel Terkait : Menikah di Ladang Pertanian, Konsep Baru Agro Wisata

Bantuan dana dari pemerintah diharapkan dapat digunakan untuk kegiatan-kegiatan seperti kelas memasak bagi penduduk lokal yang ketempatan menjadi tuan rumah wisatawan asing. Kelas memasak ini akan dibantu para koki terampil dari seluruh Jepang untuk menyajikan hidangan lokal yang sesuai dengan selera orang asing. Dengan dipandu para koki, wisatawan juga berkesempatan memetik dan memilih sendiri buah dan sayuran yang akan mereka santap.

Pemerintah Jepang berharap turis asing turut membantu mempromosikan model wisata ini dengan menceritakan pengalaman mereka di media sosial atau cara lain. Dengan demikian kisah meraka yang pernah berwisata tinggal di desa-desa di Jepang dapat memancing minat wisatawan lain dari seluruh dunia.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan