border=

Separuh Lahan Pertanian Tunisia Terancam Lenyap Tahun 2050

pertanian tunisia

Pomidor.id – Sebuah kajian yang dilakukan Institut Studi Strategis Tunisia memperkirakan negara tersebut akan kehilangan 50 persen atau separuh lahan pertaniannya pada tahun 2050. Studi yang dipublikasikan hari Kamis (21/12) itu juga menunjukkan data bahwa 10 persen warga Tunisia terancam kekurangan pangan dalam hitungan beberapa tahun ke depan. Selain itu, 96 persen wilayah negara di Afrika Utara itu tengah mengalami proses menjadi gurun pasir akibat berbagai sebab.

Dalam sebuah pernyataan pers, Neji Jalloul, direktur Institut, mengungkapkan masalah paling krusial pertanian Tunisia adalah ketergantungan pada benih impor dari luar negeri, keengganan generasi muda terjun ke sektor pertanian, urbanisasi serta meluasnya proses desertifikasi (penggurunan) yang mengancam keberlangsungan lahan-lahan pertanian.

 border=

Saat ini saja Tunisia menderita kekurangan sumber air akibat menurunnya curah hujan hampir 20 persen. Produksi gandum di negara tersebut hanya mampu memenuhi 40 persen kebutuhan domestiknya. Sementara sisanya atau 3.381 ton, bergantung pada impor.

Luas lahan pertanian di Tunisia lebih dari 10 juta hektar yang terdiri dari 5,25 juta hektar areal tertanam dan 4,8 juta hektar padang rumput. Sayangnya, dari data Badan Promosi Investasi Pertanian (berada di bawah naungan pemerintah), luas hutan dan dataran rendah yang kekurangan air akut seluas 1,6 juta hektar.

Berita Terkait : PBB Bekali Keterampilan Bertani untuk Para Pengungsi Suriah

 border=

Meski demikian, Menteri Pertanian dan Sumber Daya Air, Samir Taïeb mengatakan bahwa ketahanan pangan negaranya masih dalam ambang batas normal.

“Kecuali gandum dan biji-bijian, kami memproduksi sebagian besar kebutuhan pangan kami sendiri. Namun kemampuan kami memenuhi kebutuhan pangan memang terancam oleh perubahan iklim yang terjadi. Kerawanan pangan ini juga menyebabkan kekurangan gizi di beberapa daerah,” jelas Samir Taïeb.

Kajian mengenai terancamnya lahan pertanian Tunisia dan kaitannya dengan ketahanan pangan di negara tersebut, dilakukan oleh Institut Studi Strategis yang bekerja sama dengan Badan PBB untuk Urusan Pangan (WFP). Kemudian didukung pula oleh Kementerian Pertanian dan Sumber daya Air, serta Kementerian Kesehatan Tunisia.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan