border=

Daya Beli Masyarakat Dapat Tingkatkan Investasi

daya beli masyarakat

Pomidor.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta pemerintah untuk terus melakukan upaya mendorong konsumsi dan daya beli masyarakat untuk merangsang aliran masuk investasi di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani di Jakarta.

“Investasi itu akan ada ekspansi kalau ada demand. Kalau misalnya tidak ada demand tidak mungkin ada ekspansi,” ujarnya.

 border=

Menurut Rosan, investasi diharapkan bisa semakin tinggi dengan adanya perbaikan peringkat investasi Indonesia yang diberikan sejumlah lembaga pemeringkat internasional.

rosan roeslani
(Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani.)

Dilansir dari laman Kadin Indonesia, Rosan menyebutkan, terdapat beberapa momen yang bisa menstimulus konsumsi pada 2018 seperti Imlek, Lebaran, Asian Games, dan pertemuan tahunan Bank Dunia-IMF.

“Mudah-mudahan itu bisa menstimulus dan mendongkrak konsumsi rumah tangga kita,” ujarnya.

 border=

Baca Juga : Workshop APPSI Tingkatkan Perdagangan Antar Daerah

Pemerintah, lanjut dia, perlu terus mendorong peningkatan daya beli masyarakat. Yaitu dengan kebijakan pemerintah yang baik dan sustainable yang sifatnya tidak ad hoc. Apabila itu dilakukan dengan baik, maka akan sangat membantu.

Dorong Industri Perikanan

Sementara itu di kesempatan terpisah, Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan meminta pemerintah untuk lebih memperhatikan aspek produksi, penyerapan dan pemasaran, industrialisasi hingga peningkatan investasi di sektor perikanan. Pemerintah juga diharap dapat memberikan kemudahan dalam proses penangkapan dan produksi komoditas perikanan menyusul kondisi di lapangan yang kurang kondusif.

industri perikanan
(Apabila digarap optimal, industri perikanan kita berpotensi menguasai 25 persen makanan laut dunia pada tahun 2024.)

“Masih banyak nelayan yang mengeluhkan tentang kebijakan pemerintah. Ini tentu menghambat proses produksi,” jelasnya kepada media.

Baca Juga : FAO Dorong Pemerintah Berinvestasi di Pedesaan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor perikanan terus menurun dalam empat tahun terakhir. Yakni 1,3 juta ton di tahun 2014, 1,1 juta ton tahun di tahun 2015, 1,07 ton di tahun 2016 dan tahun 2017 kemarin capaiannya relatif tak jauh beda dengan tahun sebelumnya.

Turunnya ekspor produk perikanan Indonesia ini disinyalir sebagai dampak dari turunnya produksi. Oleh karena itu kalangan dunia usaha mengingatkan pemerintah agar terus meningkatkan perkembangan budidaya. Apalagi Badan Pangan Dunia (FAO) memperkirakan Indonesia berpotensi menguasai 25 persen makanan laut dunia di tahun 2024. Namun hal itu baru dapat terwujud jika sektor perikanan digarap optimal.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan