Dua Mahasiswa Magang di Program NASA Bertani di Luar Angkasa

magang program bertani di luar angkasa

Pomidor.id – Apa yang terbersit di pikiran Sampeyan ketika mendengar NASA (National Aeronautics and Space Administration), Badan Luar Angkasa Amerika Serikat? Tentu gambaran pertama adalah astronot, roket, satelit, dan berbagai macam teknologi canggih lainnya. Di masa depan, gambaran itu akan bertambah dengan keberadaan green house untuk mewujudkan impian manusia bertani di luar angkasa.

Link Banner

Yap, NASA memang berencana membangun pertanian di luar bumi dengan membangun green house di luar angkasa. Musim semi nanti, dua mahasiswa, Ruqayah Bhuiyan dan Niki Padgett, diundang ke Kennedy Space Center di Florida untuk magang penelitian tentang cara menumbuhkan tanaman atau bertani di luar angkasa.

Bhuiyan adalah mahasiswa hortikultura Agricultural and Environment Sciences (CAES) Universitas Georgia. Sedang Padgett adalah mahasiswa Franklin College of Arts and Sciences di universitas yang sama. Keduanya terpilih di antara ribuan pelamar program magang musim semi di NASA.

“Para mahasiswa kami banyak yang terlibat dalam program magang yang menarik,” kata Marc van Lersel, profesor hortikultura di CAES yang merupakan seorang pelopor dalam pertanian dengan lingkungan terkontrol.

“Namun terpilih untuk magang di NASA tentu saja unik dan menyenangkan. Mereka berdua adalah mahasiswa berprestasi dengan semangat tinggi untuk mendalami sains dan penelitian. Mereka tak akan mengecewakan kampus kami,” tambah van Lersel.

Baca Juga : Pentingnya Keterlibatan Kaum Muda di Dunia Pertanian

Berasal dari Athens, Georgia, Bhuiyan dijadwalkan lulus tahun 2019. Ia berharap masa magangnya di NASA akan menambah pengetahuannya tentang pertanian di lingkungan terkontrol. Bhuiyan berpendapat, entah itu di luar angkasa atau di bumi, masa depan pertanian akan bergantung pada sumber daya yang lebih sedikit.

ilustrasi bertani di Mars
(Ilustrasi suatu saat nanti manusia akan dapat bertani di Planet Mars.)

“Riset yang mereka lakukan (NASA), adalah sesuatu yang selalu saya minati,” kata Bhuiyan.

“Mereka harus memanfaatkan sumber daya terbatas, baik itu air, media tanam maupun pencahayaan karena apa yang mereka miliki di luar angkasa memang juga sangat terbatas. Itu pula yang menarik perhatian saya. Saya ingin bekerja di lingkungan seperti itu. Menghasilkan makanan untuk sebanyak mungkin orang dengan memanfaatkan sumber daya minimal,” tambahnya.

Sementara Padgett, yang berasal dari Buford, Georgia, rencananya lulus tahun ini. Ia tertarik untuk mempelajari hubungan simbiosis antara tanaman dan mikroba serta bagaimana hubungan saling menguntungkan tersebut dapat membantu menjaga pertumbuhan tanaman di lingkungan tertutup.

“Impian saya adalah bekerja di NASA sebagai ilmuwan riset. Sungguh luar biasa jika mampu mewujudkannya dalam waktu dekat,” kata Padgett.

“Saya bekerja keras untuk pekerjaan ini. Tak ada pengalaman yang lebih luar biasa dibandingkan bekerja di luar atmosfer untuk menghasilkan makanan demi menopang kehidupan umat manusia,” tandasnya.

Baca Juga : Penerapan Teknologi di Pertanian Picu Minat Anak Muda

Semoga kelak ada mahasiswa asal Indonesia yang terpilih untuk mengikuti program NASA seperti bertani di luar angkasa. Tentu untuk mengekplorasi apa yang bisa dilakukan manusia di masa depan. Asal bukan untuk meneliti manfaat kencing unta, lho.

Sumber : University of Georgia

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan