Kopi Mazedo, Kopi Herbal untuk Kesehatan

produksi kopi herbal rumahan

Pomidor.id – Berawal dari menjual racikan jamu, Irianti kini selangkah lebih maju. Ia mengolah beberapa rempah bahan baku jamu yang dijualnya dan kemudian meraciknya dengan kopi murni jenis Robusta. Kopi yang diyakini bermanfaat bagi kesehatan itu ia namakan Kopi Hot MAZEDO. Seluruh proses pembuatan kopi herbal tersebut ia lakukan di rumahnya di Perum Banjar Arum, Singosari, Kabupaten Malang.

Link Banner

Ide mengolah kopi murni dengan bahan-bahan jamu, diakui Irianti, karena ia melihat masyarakat kita pada umumnya sangat menggemari kopi. Paling tidak, orang mengkonsumsi kopi sekali sehari, yaitu pada pagi hari.

produk kopi mazedo
(Kopi hot herbal jahe merah produksi Irianti dengan merk Mazedo.)

Sementara untuk jamu, seminggu sekali saja belum tentu. Orang baru akan mencari jamu kalau merasa tidak enak badan. Padahal jamu tidak selalu berkhasiat untuk pengobatan, namun juga pencegahan datangnya penyakit. Apalagi kalau jamu itu terdiri dari bahan-bahan alami.

“Saya pikir kenapa tidak sekalian saja kopinya diracik dengan empon-empon bahan baku jamu yang menyehatkan. Rasa kopinya tidak hilang, sehatnya juga dapat,” demikian jelas Irianti tentang produk kopi herbalnya.

Irianti menuturkan, usaha kopi herbal yang dijalaninya sudah berjalan empat bulan. Waktu yang relatif singkat jika dibandingkan dengan bisnisnya berjualan jamu. Meski baru, namun ia tidak sembarangan meracik kopi dengan rempah-rempah bahan baku jamu. Pengalaman 10 tahun menggeluti bisnis jamu membuatnya paham betul bahan-bahan apa saja yang dibutuhkan untuk komposisi kopi herbal yang ideal.

“Ada lima bahan utama untuk campuran kopi hot Mazedo yaitu kopi robusta malang, purwoceng, pasak bumi, sereh secang dan jahe merah. Agar rasanya lebih nikmat, juga diberi campuran madu, gula aren dan propolis,” terang Irianti.

Ia menambahkan, kopi hot Mazedo bermanfaat untuk menjaga stamina, menghilangkan kembung karena masuk angin, meningkatkan vitalitas pria, dlsb. Hal itu karena di dalam kopi Mazedo terdapat bahan purwoceng dan pasak bumi.

Baca Juga : Siswandi, dari Bisnis Anggrek ke Budidaya Kelinci

Untuk bahan baku rempah-rempah, Irianti mendatangkannya langsung dari Jogja. Hanya kopinya yang asli dari Dampit, Kabupaten Malang. Biasanya bahan-bahan itu dikirim sebulan sekali. Namun sekali kirim bisa puluhan kilogram.

Kendati berskala industri rumahan, produk kopi herbal perempuan yang biasa disapa Bu Ir ini sudah mengantongi ijin Depkes dan P-IRT atau sertifikat produk industri rumah tangga sehingga bisa dijual bebas. Untuk pasar, saat ini sudah ada pemesanan rutin dari Tulung Agung dan Blitar. Malah ada pula orderan dari luar pulau.

kemas kopi herbal
(Irianti dibantu asistennya mengemas kopi herbal pesanan pelanggannya dari Blitar.)

“Minggu kemarin saya baru kirim ke Mamuju, Sulawesi Selatan. Tidak banyak, sih. Tapi lumayanlah karena kopi herbal saya ternyata sudah mulai dikenal di tempat yang agak jauh,” imbuhnya sambil terkekeh.

Untuk produknya, Irianti menjual dalam kemasan kotak yang masing-masing kotaknya berisi 5 bungkus/sachet. Harganya Rp 25 ribu perkotak atau Rp 5 ribu perbungkus atau persachet. Agar aman dikonsumsi, selain mencantumkan tanggal kadaluwarsa ia juga mengemasnya dengan alumunium foil sehingga kedap udara.

“Di luar kopi, saya juga memproduksi olahan kunyit putih dalam bentuk bubuk. Sebenarnya masih banyak olahan rempah-rempah yang ingin saya garap karena bahan bakunya melimpah dan terbukti berkhasiat untuk kesehatan. Tapi untuk sementara ini, saya fokus dulu saja ke pemasaran kopi herbal dan kunyit putih ini. Soalnya sering kewalahan kalau pas ada banyak pesanan. Mungkin nanti kalau sudah genah sembarang kalire, baru saya pelan-pelan mengerjakan produk olahan rempah lainnya,” pungkas Irianti.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan