Olahan Minyak Bawang Merah Bernilai Ekonomi Tinggi

minyak bawang merah

Pomidor.id – Selama ini kita hanya mengolah bawang merah menjadi bawang goreng atau acar yang sudah populer di masyarakat. Padahal bawang merah pun bisa kita olah menjadi minyak. Mungkin minyak bawang merah belum terlalu populer di Indonesia, tetapi prospek usaha ke depannya sangatlah menjanjikan.

Link Banner

Pergeseran pola konsumsi, khususnya masyarakat perkotaan modern, menuntut kepraktisan dan kecepatan dalam memasak. Bumbu siap pakai pun kian diminati. Produk minyak bawang merah yang sekarang beredar di pasaran berasal dari China dan Thailand. Sayangnya produk minyak bawang buatan lokal masih belum banyak di pasaran.

Inilah yang menjadi alasan Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen) mengembangkan produk pascapanen untuk komoditas bawang merah. Selain untuk kemudahan masyarakat perkotaan, minyak bawang merah juga dinilai menjadi solusi untuk meningkatkan pendapatan petani bawang merah dari sektor usaha pengolahan.

Baca Juga : Jaga Kesehatan dengan Konsumsi Bawang Merah

“Minyak bawang merah ini dasarnya adalah minyak, tapi sudah mengadung senyawa-senyawa flavour yang ada di bawang merah. Jadi aroma dan rasanya seperti bawang merah walaupun bentuknya minyak. Jadi kalau kita pakai minyak ini untuk memasak, maka tidak perlu bisa menggunakan rempah bawang merah lagi karena rasa bawang merah sudah ada di minyak tersebut,” papar peneliti BB Pascapanen, Sati Intan Kailaku

olahan minyak bawang merah
(contoh produk olahan minyak bawang merah.)

“Produk ini sangat cocok untuk masyarakat perkotaan Karena memiliki cita rasa asli bawang merah. Maka mereka tidak perlu mengiris-iris bawang lagi, cukup pakai minyak bawang merah saja. Jadi semua praktis. Apalagi produk ini dibuat tanpa menggunakan bahan tambahan pangan lainnya,” lanjut Sari.

Selain itu, minyak bawang merah inovasi BB Pascapanen ini keunggulan lainnya yaitu umur simpan yang panjang hingga 6 sampai 12 bulan, tidak membutuhkan tempat penyimpanan khusus, dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

Baca Juga : Bawang Merah Sunion, Tak Bikin Mata Pedih Saat Dikupas

“Produk ini masih jarang di Indonesia. Sedangkan harga jual produk impor sejenis sekitar Rp 58.000 per botol kaca ukuran 150 ml atau setara Rp 386.000 per liter. Padahal jika kita buat sendiri, biaya bahan bakunya hanya sekitar Rp 85.000 per liter. Jadi keuntungannya bisa 3-4 kali lipat. Belum lagi keuntungan dari produk sampingan hasil pengolahan minyak, seperti ampas bawang bisa untuk bawang goreng, ini bisa untuk menurunkan biaya produksi dan meningkatkan keuntungan,” jelas Sari.

Sumber : Balitbang Pertanian

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan