Pelatihan Cabut Duri Bandeng Agar Lebih Nyaman Dikonsumsi

pelatihan cabut duri bandeng

Pomidor.id – Salah satu kendala yang membuat orang enggan memasak ikan, khususnya bandeng, adalah banyaknya duri di dalam daging ikan tersebut. Untuk mengatasi kendala tersebut, digelar pelatihan cabut duri bandeng agar ikan air tawar ini lebih mudah dan nyaman dikonsumsi.

Link Banner

Bandeng selama ini merupakan salah satu ikan favorit banyak orang. Selain tekstur dagingnya lembut, rasanya juga gurih. Aneka masakan berbahan bandeng amat mudah kita temui. Sebut saja bali bandeng, asem-asem bandeng, bandeng bakar, bandeng goreng, dlsb. Harganya pun relatif masih terjangkau kocek sebagian besar masyarakat.

Namun di balik segala keunggulan bandeng ini, ada satu hal yang membuat para emak ogah sering-sering memasak bandeng. Durinya. Ya, duri bandeng yang terkesan semrawut karena nyaris ada di setiap bagian dagingnya, menjadikan ikan ini melelahkan bagi yang mau menyantapnya. Bagaimana tidak, untuk makan saja harus ekstra hati-hati memilah-milah durinya agar tak ada yang nyelonong masuk ke tenggorokkan.

gunting sirip bandeng
(Menghilangkan sirip bandeng dengan dipotong pakai gunting karena lebih mudah dibanding menggunakan pisau.)

Untuk membuat bandeng aman dan nyaman dikonsumsi, Hany Annisa, pemilik usaha penjualan ikan segar di kawasan Kedungkandang, Kota Malang, mengadakan pelatihan cabut duri bandeng bagi ibu-ibu. Pelatihan yang berlangsung Selasa (16/1) di Perum Oma View Atas GE 20 itu, menarik minat sejumlah kaum ibu dari berbagai tempat di wilayah Malang.

Baca Juga : Semangat Susi Berhembus Hingga ke Gunung Buring

Materi pelatihan cabut duri bandeng ini tak terlalu njelimet. Dimulai dari pemahaman tentang ciri-ciri ikan yang masih segar, cara membersihkan sisik ikan serta teknik membelahnya, hingga memetakan bagian mana saja dari ikan bandeng yang banyak durinya.

Menurut Hany Anissa, awalnya memang butuh ketelatenan ekstra untuk membersihkan bandeng dari durinya. Sebab, mulai dari bagian bawah, tengah sampai atas dipenuhi oleh duri-duri halus. Bahkan untuk pemula, mencabuti duri seekor bandeng bisa memakan waktu cukup lama. Namun setelah terbiasa, prosesnya akan lebih mudah dan cepat.

“Terkadang orang memilih mempresto bandeng karena tidak telaten kalau harus mencabuti satu-satu durinya. Tapi kalau memasak dengan suhu yang teramat panas dan dalam waktu lama seperti dipresto, akan membuat nutrisinya banyak yang hilang,” jelas Hany.

cabut duri bandeng
(Bandeng yang setelah dibelah, memudahkan untuk mencabuti duri-duri halusnya dengan pinset.)

Ia menambahkan, untuk menjaga nilai gizinya lebih baik bandeng dimasak dengan cara biasa saja sesuai selera. Tentu dengan membersihkan duri-durinya terlebih dahulu.

Di sisi lain, produk olahan bandeng tanpa duri jika digarap serius sebenarnya memiliki prospek bisnis yang cukup menjanjikan. Apalagi ikan ini salah satu ikan yang banyak dibudidayakan di Indonesia sehingga bahan bakunya melimpah.

“Nilai gizi bandeng tak kalah, lho, dibandingkan dengan ikan salmon dari Norwegia, misalnya. Kelebihannya, bandeng harganya jauh lebih murah dan mudah didapat,” imbuh Hany.

Sementara itu, salah seorang peserta pelatihan cabut duri bandeng, Fitri, mengatakan sangat senang mengikuti pelatihan semacam ini. Pasalnya, suami dan anak-anaknya sangat menggemari ikan, termasuk bandeng.

“Suami saya orang Bali. Selain plecing kangkung, ia doyan banget bandeng. Anak-anak juga. Cuma saya yang sering sebal kalau harus memasak bandeng karena ribet dengan durinya. Tapi dengan belajar cara membersihkan duri bandeng seperti ini, saya jadi semangat masak opor bandeng kesukaan suami. Untuk anak-anak, sih, digoreng saja. Yang penting aman dikonsumsi mereka,” ujar Fitri.

Baca Juga : APIK Mengenalkan Produk Mereka Langsung ke Masyarakat

Rencananya, pelatihan cabut duri bandeng akan kontinyu dilakukan dengan peserta lebih banyak dan di tempat yang lebih luas. Pelatihan ini didukung sepenuhnya oleh Asosiasi Andalan Perikanan (APIK) Kota Malang yang merupakan perkumpulan para produsen ikan di wilayah Malang. Tak hanya pelatihan, APIK juga gencar mempromosikan produk-produk para anggotanya, baik itu berupa ikan olahan maupun ikan segar.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan