Penyakit Busuk Daun Serang Petani Kentang Bangladesh

penyakit busuk daun serang petani kentang bangladesh

Pomidor.id – Petani kentang di Dinajpur dan Rangpur, Bangladesh, saat ini tengah dilanda kepanikan setelah penyakit jamur mematikan menyerang ladang-ladang mereka. Penyakit busuk daun pada kentang tersebut penyebarannya semakin cepat akibat kerapnya turun kabut tebal serta minimnya sinar matahari beberapa waktu belakangan ini.

Link Banner
daun kentang busuk
(Daun kentang yang terserang infeksi busuk daun.)

Tanaman kentang yang terserang penyakit busuk daun (late blight) biasanya langsung layu dan mati. Sebagian petani mengatakan mereka sebenarnya sudah menuruti anjuran Departemen Pertanian untuk mengatasinya dengan menyemprotkan obat anti jamur. Namun ternyata hasilnya tak menggembirakan. Ladang-ladang kentang yang terserang patogen tanah tersebut kian meluas.

Seorang petani di desa Kalupara mengungkapkan ia sudah lima kali menyemprotkan fungisida pada tanamannya sejak pertama kali terserang penyakit busuk daun 15 hari lalu. Tetapi tidak banyak membantu.

“Sejauh ini sudah lebih dari 60 persen tanaman kentang di ladang saya mati layu,” ujarnya kepada Daily Star.

Sedangkan petani lain di wilayah yang sama mengatakan ia sudah habis-habisan, termasuk biaya dan tenaga, untuk menyelematkan tanamannya. Tetapi tetap saja penyebaran penyakit di ladang kentangnya tak mampu ia cegah. Kerugian besar karena gagal panen pun sudah terbayang di depan mata.

Baca Juga : Puluhan Ribu Petani India Bunuh Diri Akibat Perubahan Iklim

Seorang pejabat dinas pertanian setempat menyatakan sekitar 2.500 hektar lahan tanaman kentang rusak akibat serangan penyakit busuk daun. Agar situasi tidak semakin memburuk, para petugas lapangan di departemen pertanian dikerahkan untuk membantu petani mengatasi masalah tersebut.

 

kentang busuk
(Penampakkan kentang yang terkena penyakit busuk daun.)

Sekilas Tentang Penyakit Busuk Daun Pada Tanaman Kentang

Penyakit busuk daun pada kentang disebabkan oleh patogen Phytophthora Infestans. Pembentukan dan perkecambahan konidiumnya sangat dipengaruhi oleh suhu, kelembaban dan curah hujan. Sedangkan penyebaran spora/patogen melalui angin, air atau serangga. Jika spora Phytophthora Infestans sampai ke daun kentang yang basah, maka spora patogen akan berkecambah dengan mengeluarkan zoospora atau langsung membentuk tabung kecambah. Setelah itu masuk ke bagian tanaman dan akhirnya terjadilah infeksi busuk pada daun tanaman kentang.

Spora yang jatuh ke tanah akan menginfeksi bagian umbi kentang, dan pembusukannya dapat terjadi di dalam tanah atau pada tempat penyimpanan kentang. Penyakit busuk daun pada kentang umumnya sering terjadi di daerah sentra tanaman kentang dataran tinggi yang bersuhu rendah dengan kelembaban yang tinggi. Berdasarkan kebiasaan dan pengalaman petani kentang, biasanya penyakit busuk daun kentang timbul setelah tanaman berumur 5 – 6 minggu setelah tanam.

Akibat dari serangan penyakit ini juga tak main-main. Pada tahun 1845-1860 terjadi kelaparan massal di Irlandia yang disebabkan gagal panen kentang yang saat itu merupakan makanan pokok. Puluhan tahun kemudian, tepatnya di tahun 1917, busuk daun kentang juga membinasakan sepertiga tanaman kentang yang sebagian besar berada di wilayah kekuasaan Kerajaan Astro-Hongaria dan Prusia. Hancurnya panenan kentang di tahun itu, menurut para pakar sejarah, menjadi salah satu faktor penyebab kalahnya Jerman dalam Perang Dunia I. Tentara Jerman kekurangan pasokan logistik makanan.

memorial great famine di Irlandia
(Great Famine atau juga disebut Irish Potato Famine, merupakan tragedi kelaparan hebat yang melanda Irlandia antara tahun 1845-1860. Bencana yang disebabkan infeksi pada daun tanaman kentang itu membuat ratusan ribu rakyat Irlandia mati kelaparan karena kentang yang menjadi makanan pokok nyaris tidak ada yang bisa dipanen. Saking hebatnya bencana tersebut, sampai-sampai dibuatkan memorial park di Dublin, ibukota Republik Irlandia. Courtesy Foto ; Pinterest.com)

Baca Juga : Serbuan Hama dan Penyakit Ancam Ketahanan Pangan Global

Sementara di Indonesia, khususnya di Jawa, penyakit busuk daun kentang pertama kali ditemukan gejalanya sekitar tahun 1935-1936. Diduga kuat jamur patogen penyebab penyakit tersebut terbawa oleh benih umbi-umbian yang didatangkan dari Belanda. Dugaan ini muncul karena di masa-masa sebelumnya, tidak pernah ada riwayat tanaman kentang di Indonesia terserang infeksi busuk daun yang disebabkan oleh spora jamur Phytophthora Infestans.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan