border=

Robot Pemetik Buah untuk Atasi Kekurangan Tenaga Kerja

robot pemetik buah

Pomidor.id – Para petani buah di Selandia Baru yang dihadapkan pada kurangnya tenaga kerja manusia untuk membantu memetik hasil panenan mereka, mulai semakin banyak yang beralih pada mesin (baca : robot). Di pinggiran Tauranga, Selandia Baru, dikembangkan model robot pemetik buah untuk menyiasati minimnya tenaga kerja di ladang-ladang buah.

Pembuatan robot pemetik buah berawal dari inovasi perusahaan Robotics Plus. Dengan menggunakan robot tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan pemanenan buah dengan kualitas seragam.

 border=

Satu robot setara dengan dua tenaga kerja manusia. Namun pemilik Robotics Plus, Alastair Sacrfe, mengatakan tujuan diciptakannya robot pemetik buah bukan untuk mengganti tenaga manusia dengan mesin. Melainkan semata-mata untuk mengatasi masalah kurangnya SDM saat ini. Apalagi pertumbuhan sektor agrikultur yang pesat di Selandia Baru tidak diimbangi dengan ketersediaan tenaga kerja yang memadai.

Baca Juga : Sistem Manajemen Manufaktur Ala Toyota Untuk Pertanian

robot polinator kiwi
(Robot polinator kiwi dengan bantuan teknologi GPS buatan Robotics Plus.)

Meski demikian, solusi untuk masalah tersebut belum akan tercapai dalam waktu dekat. Masih butuh setidaknya beberapa bulan lagi karena lima jenis mesin/robot yang tengah diuji coba di Nelson, baru akan diluncurkan secara komersial akhir tahun 2018 ini.

 border=

Robot buatan Robotics Plus itu diperkirakan tak hanya efisien digunakan untuk kebun-kebun buah di seluruh Selandia Baru, tapi juga di negara-negara besar seperti Amerika Serikat. Pasalnya, produksi buah-buahan di AS, terutama apel, bisa 10 sampai 12 kali lipat dibandingkan Selandia Baru.

Selain robot pemetik buah, Robotics Plus juga menciptakan mesin sejenis traktor yang berfungsi sebagai polinator (penyerbuk) kebun buah kiwi. Mesin tersebut bekerja secara otomatis dan menggunakan koordinat GPS (Global Positioning System).

Baca Juga : Agri Hi-Tech Bisa Cegah Perang Rebutan SDA di Masa Depan

Produk Robotics Plus lainnya adalah robot khusus pemetik buah kiwi. Bagi pendirinya, Steve Saunders, berbagai inovasi yang dilakukan lebih dari sekedar menciptakan mesin.

“Saat penduduk dunia mencapai 9,7 milyar di tahun 2050 kelak, kita harus meningkatkan produksi pangan hingga 25 persen. Robotics akan menjadi salah satu pemain kunci untuk mewujudkannya,” ujar Saunders.

Dengan pesatnya pertumbuhan industri agro, Saunders optimis perusahaannya akan menjadi entitas bisnis bernilai milyaran dolar dalam lima tahun ke depan.

Sumber : Newshub Selandia Baru

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan