Agrobay Manfaatkan Sumber Air Panas Bumi untuk Tanam Tomat

sumber air panas bumi untuk tanam tomat

Pomidor.id – Agrobay, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pertanian di Turki, memanfaatkan energi air panas di bawah permukaan bumi atau sumber air panas bumi untuk pengembangan budidaya tanaman tomat. Dengan teknologi canggih yang mempergunakan sistem irigasi tertutup serta ditunjang dengan ribuan karyawan, Agrobay kini menjelma menjadi salah satu perusahaan agrobisnis paling terkemuka di negaranya Recep Tayyip Erdoğan tersebut.

Link Banner

Agrobay, yang bermarkas di Dikili-Bergama Propinsi Aegean Izmir, merupakan perusahaan eksportir tomat terbesar di Turki. Saat ini, Agrobay memproduksi 15 ribu ton tomat di sejumlah greenhouse yang memanfaatkan sumber air panas bumi (geothermal) yang banyak bertebaran di Turki belahan barat.

deretan green house Agrobay
(Deretan greenhouse Agrobay di Dikili-Bergama, Turki, yang memanfaatkan sumber air panas untuk budidaya tomat.)

Di wilayah Dikili-Bergama sendiri ada ratusan sumber air panas bumi di mana perairan bawah tanahnya bisa mencapai suhu hingga 2870C. Selain energi panas bumi, kawasan ini juga bermandikan sinar matahari yang musim panasnya bisa berlangsung 300 hari dalam setahun.

Baca Juga : Energi Laut Indonesia Memiliki Potensi Terbesar di Dunia

Dimulai dari sekitar 7 hektar tanah di tahun 2001, saat belum ada satu pun greenhouse yang memanfaatkan tenaga panas bumi di Turki, Agrobay kini sudah memperluas usahanya hingga menggarap lebih dari 85 hektar untuk produksi tomat.

Menurut sang pemilik, Arzu Şentürk, perusahaannya berencana menambah total area lahan hingga 115 hektar. Hal ini harus dilakukan agar dapat menggenjot produksi untuk memenuhi kebutuhan ekspor yang terus meningkat.

Dilansir dari Hurriyet Daily News, Agrobay saat ini mengekspor produksi tomatnya ke Rusia dan negara-negara Uni Eropa. Produksi sempat tersendat setelah Rusia menjatuhkan sanksi embargo perdagangan terhadap Turki. Embargo tersebut diterapkan Pemerintahan Putin paska ditembak jatuhnya pesawat tempur Rusia di perbatasan Turki-Suriah pada November 2015.

Namun embargo itu juga membawa hikmah bagi Argobay. Perusahaan menjadi lebih gencar mencari pasar baru untuk mengurangi ketergantungan pada pasar Rusia.

para pekerja Agrobay
(Para pekerja sedang mengemas tomat. Agrobay merupakan eksportir tomat terbesar di Turki.)

Baca Juga : Rusia Cabut Larangan Impor Sejumlah Produk Pertanian Turki

Dari sekian teknologi canggih yang digunakan di pertanian Agrobay, yang paling menyolok adalah pemanfaatan sumber air panas bumi untuk menumbuhkan tanaman tomat.

Dengan sistem irigasi tertutup, memungkinkan Agrobay menghemat pupuk, energi dan air. Air yang telah terpakai dikumpulkan dan dikembalikan ke cadangan geothermal di bawah tanah. Sirkulasi air yang terus menerus ini menghemat biaya dan ramah lingkungan.

Laman resmi Agrobay menyatakan bahwa apa yang mereka lakukan sangat membantu pelestarian lingkungan.

“Kami menghemat air dan energi. Kami mencegah penurunan air dari waktu ke waktu di sumber air panas bumi yang merupakan warisan nasional kita. Sumber ini selayaknya juga dinikmati anak cucu kita,” demikian pernyataan resmi perusahaan.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan