border=

Belanja Makanan Segar Lewat Aplikasi Kian Digandrungi di China

belanja makanan segar lewat aplikasi

Pomidor.id – Berkat booming  e-commerce di China, semakin banyak masyarakat di sana yang beralih belanja harian mereka melalui perangkat aplikasi. Data dari perusahaan konsultan iResearch menunjukkan bahwa industri makanan segar yang memanfaatkan aplikasi belanja on-line, tumbuh sebesar 59,7 persen pada tahun 2017 menjadi 139,1 milyar Yuan (sekitar Rp 300 trilyun).

Di antara macam-macam makanan yang dibeli secara on-line, makanan segar berupa buah adalah yang paling sering dipesan. Produk susu dan sayuran secara berurutan menempat urutan kedua dan ketiga.

 border=

Jiang Nan, seorang ibu muda di Shanghai mengatakan, belanja makanan segar lewat aplikasi mudah dan hemat waktu.

“Hanya saja konsumen tidak bisa melihat produknya terlebih dahulu. Jadi agak sulit untuk memastikan apakah produknya sesuai keinginan atau tidak,” ujarnya.

Baca Juga : Apple Segera Luncurkan Macam-macam Emoji Makanan

 border=

Belanja makanan segar lewat aplikasi mulai berkembang pesat di China sejak tahun 2014 dan 2015. Trend belanja on-line ini sempat menurun di tahun 2016. Namun masuknya raksasa e-commerce, Alibaba dan JD.com, bisnis belanja makanan berbasis aplikasi on-line ini kembali menggeliat. Banyak perusahaan yang kemudian berbondong-bondong mengucurkan investasinya, terutama pada rantai pasokan dan logistik.

7fresh
(Selain konsumen dapat berbelanja langsung, mereka juga dapat membeli via on-line di supermarket 7FRESH.)

JD.com belum lama ini membuka supermarket makanan segar pertamanya di Beijing, Januari lalu. Selain dapat berbelanja langsung, konsumen juga dapat memesan belanjaan melalui aplikasi. Perusahan itu menyatakan lebih dari 10 ribu orang mengunjungi supermarket 7FRESH setiap harinya selama masa promosi.

Melihat antusias konsumen, Wang Xiasong, presiden 7Fresh mengatakan pihaknya berencana memperluas cabangnya hingga seribu supermarket di seluruh China dalam lima tahun ke depan.

Dari bisnis ini, logistik menjadi penyumbang komponen biaya produksi terbesar. Sebab bisnis makanan segar masa kadaluwarsanya sangat singkat. Sementara dari sisi konsumen, 30,7 persen berharap menerima barang pesanan mereka dalam tempo beberapa jam. 28,8 persen menuntut waktu pengiriman bisa dipersingkat antara 30 menit hingga 1 jam.

Baca Juga : Delivery Service Makanan Tingkatkan Kecelakaan di China

Januari tahun ini, divisi logistik JD.com menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Air China Cargo yang memiliki jangkauan luas. Hal ini dilakukanuntuk mempercepat pengiriman barang ke konsumen dari area produksi perusahaan tersebut.

Sumber : Xinhua

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan