E-Cert Percepat Dokumen Ekspor dari 5 Hari Jadi 1 Menit

e-cert

Pomidor.id – Kepala Badan Karantina Pertanian, Banun Harpini, menandatangani “Implementing Arrangement for the Exchange of Electronic Certification” (eCert) antara  Indonesia dan Australia, pekan lalu di Melbourne Australia. Pertukaran E-Cert akan memangkas waktu proses pengiriman dokumen sertifikat yang sebelumnya memerlukan waktu 5 bahkan 15 hari, menjadi kurang dari 1 menit. Dokumen sertifikat yang sampai ke petugas karantina di border selanjutnya dianalisis lebih lanjut sebelum komoditas pertanian ekspor tersebut sampai ke masing-masing negara.

Link Banner

Hal ini dilaporkan melalui siaran pers dari Australia. Banun bertindak selaku co-chair Pertemuan Bilateral Working Group on Agriculture, Food and Forestry Cooperation (WGAFFC) ke-21 antara Indonesia dan Australia.

Pertemuan tahunan kerjasama Indonesia dan Australian adalah untuk membahas kerja sama seputar pertanian, pangan dan kehutanan. Pihak Australia diwakili oleh Louise Van Meurs dari Departement of Agriculture and Water Resources Australia.

Harpini dengan Van Meurs
(Kepala Badan Karantina Pertanian, Banun Harpini, dengan Louise Van Meurs dari Departement of Agriculture and Water Resources Australia. )

Dengan telah ditandatanganinya e-Cert oleh  Indonesia dan Australia, ke depan akses pasar komoditas pertanian dapat dipercepat. Yakni melalui jaminan keaslian serta keakuratan sertifikat sanitari dan phitosanitari yang menyertai komoditas pertanian yang diperdagangkan oleh kedua negara.

Baca Juga : Indonesia-Brazil Sepakati Kerja Sama di Bidang Peternakan

Selain itu, e-Cert juga mempercapat proses di border clearance di pelabuhan. Sehingga komoditas pertanian yang mayoritas adalah komoditi mudah rusak (perishable goods) dapat segera dikeluarkan.

Proses pertukaran e-Cert Indonesia dan Australia telah disetujui  pada pertemuan WGAFFC ke-19 tahun 2016 yang lalu. Setelah melalui proses harmonisasi serta uji coba kedua sistem yang diterapkan oleh masing-masing negara, maka pada pertemuan WGAFFC ke-21 tahun 2018 ini dapat dilakukan lauching pertukaran eCert kedua belah pihak.

Banun memastikan, sejak hari ini, pengiriman komoditas pertanian baik dari Indonesia maupun Australia sudah dapat diidentifikasi sebelum komoditas tersebut masuk ke Indonesia maupun Australia.

Naamun pertukaran saat ini baru khusus untuk eCert phitosanitari atau tumbuhan. Dalam waktu dekat Banun Harpini menyatakan pihaknya segera mengembangkan pertukaran eCert komoditas lainnya seperti hewan dan produk turunannya.

Sumber : Kementerian Pertanian

Be the first to comment

Leave a Reply