Gandeng UGM dan IPB, Kementan Kembangkan Sapi Belgian Blue

Pemerintah kembangkan sapi belgian blue

Pomidor.id – Kementerian Pertanian serius mengembangkan sapi Belgian Blue di Indonesia dan menargetkan pada tahun 2019 akan lahir Belgian Blue sebanyak 1.000 ekor. Harapannya, sapi hasil silangan tersebut dapat membantu upaya pemerintah meningkatkan produksi daging sapi di Indonesia melalui peningkatan mutu genetik ternak.

Link Banner

Hal itu disampaikan I Ketut Diarmita saat acara Penandatangan Nota Kesepahaman dan Kesepakatan Bersama pengembangan Sapi Belgian Blue di Indonesia awal pekan ini. Penandatangan kerja sama yang dilakukan di Kantor Ditjen PKH tersebut adalah antara Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan Universiats Gadjah Mada (UGM) dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

“Kita gandeng Perguruan Tinggi yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam mengembangkan sapi Belgian Blue di Indonesia agar kegiatan ini terarah dan cepat mencapai target. Ke depan akan kita tambah kerjasama dengan perguruan tinggi lainnya,” ungkap I Ketut Diarmita.

Ia menjelaskan kegiatan ini sebagai upaya dalam mempercepat peningkatan populasi dan produksi daging sapi/kerbau agar terjadi lompatan yang signifikan.

“Tahun 2026 persiapan untuk ekspor, sehingga harus ada peningkatan baik dari segi kualitas maupun kuantitas,” ujarnya.

Baca Juga : Pemerintah Tantang Peneliti Produksi Benih Tanaman Pangan

Lebih lanjut disampaikan, Sapi Belgian Blue merupakan salah satu sapi potong rumpun baru yang masuk ke Indonesia dan belum dikembangkan di masyarakat kita. Untuk itu, peru dilakukan langkah introduksi atau pengembangan sapi tersebut harus memenuhi persyaratan melalui penelitian dan pengkajian, sebelum didistribusikan dan dikembangakan di masyarakat. Sehingga untuk tahap awal lokasi pengembangan akan dilakukan di UPT lingkup Kementerian Pertanian, dan belum melibatkan masyarakat peternak.

Menggandeng dan bersinergi dengan Perguruan Tinggi dianggap perlu untuk saling mendukung dan bekerjasama menyatukan persepsi dalam pengembangan sapi Belgian Blue di Indonesia, sehingga hasilnya lebih cepat.

“Saya berharap dalam pelaksanaan pengembangan sapi Belgian Blue ini, baik UPT pelaksana dan Perguruan Tinggi (UGM dan IPB) dapat melaporkan progres/hasil perkembangannya,” tuturnya.

Sapi Belgian Blue akan dikembangkan pemerintah
(Sapi Belgian Blue yang akan dikembangkan pemerintah bersama UGM dan IPB.)

Ketut menambahkan, di tingkat implementasi yang bertanggungjawab adalah Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak. Sedang koordinator di lapangan adalah Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang.

Sementara itu, Ali Agus, Dekan Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada (UGM) mengatakan, UGM sudah lebih awal mengembangkan sapi Belgian Blue.

“Penghembangan pure dan cross breed agak beda,” kata Ali Agus.

Baca Juga : 7 Langkah Strategis Pemerintah Atasi Resistensi Antimikroba

Menurutnya, pengembangan Belgia Blue ada beberapa kelemahan dalam pelaksanaannya yakni sering terjadi kesulitan melahirkan, memerlukan tindakan sectio caesarea (SC) pada anak TE.

“Perlu kombinasi yang baik antara pure dan cross breed, sehingga pedet  lahir kecil dan besar di luar,” tandasnya.

Selain itu juga perlu manajemen pemeliharan dan manajemen pakan untuk mendukung metabolisme tubuhnya agar pertumbuhan otot dapat berkembang secara normal.

Sumber : Kementerian Pertanian

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan