Makan Buru-buru Malah Undang Penyakit

makan buru-buru

Pomidor.id – Jaman sekarang nyaris semuanya membutuhkan kecepatan. Mulai dari bekerja, bepergian hingga berselancar di dunia maya pun ukurannya adalah kecepatan. Namun ada satu hal yang kalau dilakukan cepat-cepat justru berakibat buruk. Apa itu? Makan! Semodern apa pun Sampeyan, membiasakan diri makan buru-buru dalam jangka panjang malah akan menggerogoti kesehatan Sampeyan sendiri.

Link Banner

Sebuah riset yang pernah dilakukan Asosiasi Ahli Jantung Amerika Serikat (AHA) beberapa waktu lalu, menunjukkan bahwa orang yang makan perlahan dan menikmati santapannya, cenderung memiliki kesehatan yang lebih baik. Selain tak gampang terkena obesitas, metabolisme tubuhnya juga bekerja optimal sehingga lebih besar kemungkinannya terhindar dari penyakit seperti stroke, gangguan jantung dan diabetes.

Dr. Nieca Goldberg, kardiologis sekaligus juru bicara AHA, mengatakan kebiasaan makan buru-buru cepat atau lambat akan memunculkan masalah berat badan serta berbagai masalah kesehatan lainnya.

“Makan tergesa-gesa hanya akan mendorong Sampeyan makan lebih banyak lagi. Soalnya Sampeyan jadi sering kurang peduli dengan apa saja yang Sampeyan makan,” ujar Goldberg.

“Tapi kalau Sampeyan makan pelan-pelan, Sampeyan jadi lebih peka dengan apa yang masuk ke mulut. Selain itu, mengunyah makanan secara perlahan juga akan membantu meringankan kerja sistem pencernaan tubuh,” tambahnya.

Baca Juga : Rutin Sarapan Tingkatkan Metabolisme Tubuh

makan sambil kerja
(Makan ya makan. Kerja ya kerja. Mencampuradukkan keduanya bukanlah tindakan bijaksana.)

Lebih jauh Goldberg menjelaskan, idealnya butuh waktu 30 menit untuk menghabiskan porsi hidangan berat seperti makan siang. Sayangnya hal ini agak sulit dilakukan para karyawan kantoran akibat mepetnya jam istirahat makan siang. Meski demikian, meluangkan waktu khusus untuk makan masih lebih baik ketimbang melakukannya sambil bekerja karena alasan menghemat waktu.

“Memang paling baik makan siang di luar suasana kantor, entah itu di kantin, pujasera atau sekalian restoran. Tapi kalau pun Sampeyan terpaksa harus makan di meja kerja, usahakan jangan melakukan kegiatan apa pun selain makan. Makan sambil menjawab email atau menulis laporan, hanya akan membuat Sampeyan berusaha sesegera mungkin menghabiskan makan siang tanpa peduli pada kemampuan tubuh mencerna makanan,” lanjutnya.

Goldberg menyarankan, untuk membiasakan cara makan yang sehat, jangan sekaligus memasukkan terlalu banyak makanan ke dalam mulut. Kemudian kunyahlah setiap makanan yang masuk secara perlahan sambil sesekali menarik nafas dalam-dalam untuk memberi kesempatan sistem pencernaan tubuh bekerja maksimal.

Baca Juga : Mengoplos Minuman Energi dengan Alkohol? Situ Waras?

Yang tak kalah pentingnya, ajaklah selalu rekan atau kolega untuk bersama-sama menikmati makan siang. Selain sebagai teman ngobrol, kehadiran mereka secara tidak langsung juga akan membantu mengendalikan diri. Tidak mungkin kan di hadapan orang lain Sampeyan makan seperti orang kaliren, seperti orang yang sudah berbulan-bulan tidak ketemu makanan. Ya jaim lah.

Sumber : AHA, Mayo Clinic

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan