Srikaya asal Pasuruan Banyak Disukai Konsumen

srikaya asal pasuruan

Pomidor.id – Menjelang akhir tahun hingga beberapa bulan setelahnya, adalah puncak musim buah. Mulai dari mangga, nangka, durian, duku, rambutan hingga srikaya sangat mudah kita temui dijajakan di berbagai tempat. Meski dikelilingi daerah sentra pertanian, namun buah-buahan yang beredar di kota Malang rata-rata berasal dari luar kota. Begitu pula dengan srikaya. Sebagian besar yang dijual merupakan srikaya asal Pasuruan.

Link Banner

Seperti yang tampak di pasar Madyopuro hari Rabu (7/2). Dari sekian pedagang srikaya yang mangkal di pasar tersebut, kebanyakan mengatakan buah yang mereka jual ini adalah srikaya asal Pasuruan.

“Dari Oro-oro Ombo Wetan, Pasuruan. Teman-teman banyak yang kulakan di sana karena barangnya bagus-bagus dan harganya lebih murah dibanding ngambil dari tempat lain,” ujar Matnur, salah seorang pedagang srikaya di pasar Madyopuro.

Pria asal Pamekasan ini mengatakan memilih berjualan srikaya selain karena barangnya melimpah kalau sedang musim, peminatnya pun banyak. Apalagi selisih keuntungannya juga cukup lumayan.

“Jualnya antara Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu perkilo. Yang kecil-kecil ini Rp 20 ribu, tapi kalau pembeli maunya yang besar-besar semua, ya bisa Rp 30 ribu perkilonya,” jelas Matnur.

srikaya pasuruan
(Srikaya asal Pasuruan selain manis dan dagingnya lembut, buahnya juga besar sehingga banyak disukai konsumen.)

Ia menambahkan, untuk menghabiskan satu kwintal (100 kg) srikaya, biasanya tak lebih dari 3 hari. Bahkan bisa hanya sehari jika pas akhir pekan. Sembari sedikit ngecap, ia menuturkan itu karena srikaya asal Pasuruan memang disukai pembeli.

“Banyak yang suka dengan srikaya ini. Rasanya manis, legit dan daging buahnya juga besar. Malah pernah ada pembeli dari Surabaya yang beli satu kilo, eh kemudian balik lagi. Dagangan saya diborong semua. Katanya buat oleh-oleh. Saya jadi agak heran. Yang dijual di Surabaya kan banyak juga srikaya jenis ini. Wong kulakannya sama-sama dari Pasuruan, kok,” kata Matnur setengah tergelak.

Baca Juga : Jualan Pisang Hingga di Usia Renta

Buah srikaya yang memilik nama latin annona squamosa ini tergolong buah musiman yang dipanen dua kali setahun, antara Febuari-April dan September-November. Umumnya pohon srikaya mulai berbuah dua tahun setelah tanam. Pada puncak masa produktifnya yang dapat berlangsung selama 10 tahun, rata-rata satu pohon srikaya menghasilkan sekitar 60 buah.

Untuk wilayah Jawa Timur, daerah penghasil srikaya yang paling terkenal adalah Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan. Selain rasanya manis dan dagingnya lembut, buahnya juga relatif besar-besar. Maka wajar jika produksi srikaya dari kecamatan tersebut tak hanya dijual di pasar-pasar lokal, tapi juga sudah merambah ke berbagai supermarket di kota-kota besar seperti Surabaya, Malang, Semarang, Jakarta, hingga ke luar pulau.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan