Temukan Sarang Penyu Lekang, Bukti Biomass Laut Membaik

penyu lekang

Pomidor.id – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menemukan sarang penyu lekang yang lokasinya persis di belakang Hotel Pangeran Beach di Padang, Sumatera Barat, akhir pekan lalu. Anak penyu jenis lekang pemakan segala (omnivora) itu kemudian dilepas ke Samudera Hindia.

Link Banner

Penemuan itu bermula saat olahraga pagi, Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL) Brahmantya Satyamurti Poerwadi mengabari kalau ada dua nelayan yang sedang menemukan tukik yang baru saja keluar dari sarangnya di belakang Hotel Pangeran, tempat Menteri Susi dan rombongan menginap usai menghadiri Puncak Peringatan Hari Pers Nasional di Padang yang turut dihadiri Presiden Joko Widodo.

Menteri Susi lantas bergegas menghampiri lokasi dimaksud. Di dalam sarang, ia menemukan 74 butir telur penyu lekang yang baru saja menetas. Penyu lekang ini adalah jenis yang gemar memakan ubur-ubur.

menteri susi dan penyu lekang
(Menteri Susi Pujiastuti gembira dengan ditemukannya sarang penyu lekang karena menunjukkan biomass lautan Indonesia membaik.)

“Ini menandakan biomass laut kita terbukti membaik seperti dirilis Universitas Santa Barbara di Amerika Serikat bahwa biomass kita naik hampir dua kali lipat,” tutur Menteri Susi.

Sehari sebelumnya, Jumat (9/2), Menteri Susi juga sempat meninjau lokasi konvervasi penyu di Pasir Jambak, yang berjarak sekitar lima kilometer dari Kota Padang.

Atas penemuan tersebut, Menteri Susi berpesan kepada Manajer Hotel Pangeran untuk menjaga pantai dari cemaran sampah terutama sampah plastik dan melakukan kegiatan pelestarian penyu di sekitar pantai tersebut.

Baca Juga : Harimau Sumatra Kian Terancam Punah

Di Indonesia, penyu lekang (Lepidochelys olivacea), merupakan satu dari enam penyu yang sangat dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomer 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Ini berarti dilarang memperjualbelikan penyu baik dalam keadaan hidup, mati maupun memperdagangkan bagian tubuhnya.

Penyu lekang juga disebut penyu abu-abu karena warna tubuhnya yang didominasi dengan warna abu- abu. Penyu ini lebih menyukai perairan dangkal sebagai habitatnya dengan kedalaman hingga 55 m. Meski termasuk omnivora, penyu lekang gemar menyantap hewan bercangkang (krustasea dan moluska), echinodermata (landak laut dan bulu babi), ubur-ubur dan ikan. Habitat penyu ini di Indonesia paling banyak dijumpai di perairan Jawa dan Bali. Dibandingkan jenis penyu-penyu yang lain, penyu lekang ukurannya paling kecil dengan bobot rata-rata 50 kg.

Sumber : Kementerian Kelautan dan Perikanan

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan