Upah Kerja Dana Desa Cair Pertanggal 25

upah kerja dana desa

Pomidor.id – Dana desa tahun 2018 sebesar Rp 60 Triliun akan dibagikan dalam tiga tahap yakni bulan Januari, Maret, dan Juli. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani mengatakan, dana desa akan dicairkan serentak ke rekening kabupaten per tanggal 25 pada setiap tahapannya. Setelah itu kabupaten wajib menyalurkan dana desa tersebut ke rekening desa maksimal 7 hari setelahnya sehingga dapat digunakan untuk upah kerja.

Link Banner

“Kami mencoba membuat 1 mekanisme, dimana dana desa diberikan ke kabupaten jika administrasinya sudah selesai per tanggal 25. Setelah 7 hari desa bisa cek apakah dana desa sudah sampai ke rekening desa atau belum. Kalau belum sampai dicek ada apa,” ujar Puan saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi Kesiapan Daerah dan Desa dalam Pelaksanaan Padat Karya Tunai di Grand Sahid Jaya Jakarta, Kamis (1/2).

Ia mengatakan, mekanisme baru tersebut bertujuan untuk mempermudah pemantauan proses penyaluran dan pelaksanaan dana desa di setiap daerah, terutama pada 100 kabupaten dan 1000 desa yang menjadi prioritas program padat karya dan penanganan stunting tahun ini. Terkait padat karya tersebut, proses pengerjaan pembangunan dana desa wajib swakelola tanpa menggunakan kontraktor.

“Kenapa padat karya di 100 kabupaten dengan 1000 desa ini kita kaitkan dengan stunting. Sehingga dengan demikian kita bisa lihat implementasi konkret bahwa dana desa yang tahun ini berjumlah Rp 60 Triliun memang bisa berhasil bukan hanya untuk maksimal di desa-desa. Namun ada target-target tertentu yang ingin kita intervensi,” ujarnya.

sejumlah menteri bahas dana desa
(Sejumlah Menteri Kabinet Kerja dalam rapat koordinasi tentang pelaksanaan padat karya dengan dana desa.)

Baca Juga : Padat Karya Dana Desa Dapat Turunkan Kemiskinan

Sementara itu Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo menjelaskan, pembangunan dana desa dengan sistem padat karya atau cash for work dilakukan dengan mengalokasikan sebesar 30 persen dana desa untuk pembiayaan upah kerja, yang dibayar per hari dan maksimal per minggu. Ia menyarankan, proyek dana desa tersebut dilaksanakan di sela antara musim tanam dan musim panen agar masyarakat desa tidak ada yang menganggur.

“Disarankan agar pengerjaan proyek dana desa bukan pada saat musim tanam ataupun saat musim panen. Tapi di sela-selanya agar masyarakat desa tidak mencari kerja di tempat lain dan berurbanisasi ke kota,” ujarnya.

Menteri Eko Melanjutkan, 30 persen dari Rp60 Triliun dana desa atau Rp 18 Triliun yang digunakan untuk membayar upah kerja tersebut akan memberikan efek daya beli lima kali lipat atau sebesar Rp90 Triliun di desa. Hal tersebut akan berpengaruh pada peningkatan aktifitas ekonomi di desa.

Sumber : Kemendes PDTT

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan