Barantan Denpasar Sita Benih Sayuran Ilegal Asal Tiongkok

benih sayuran ilegal asal Tiongkok
(Benih sayuran ilegal asal Tiongkok yang berhasil diamankan Barantan dan Bea Cukai Bandara. Tanpa kelengkapan dokumen dari Kementerian Pertanian dan sertifikat dari negara asal, benih tersebut berpotensi membawa organisme pengganggu tanaman yang dapat membawa kerugian besar pada pertanian kita. Foto : facebook.com/kementanRI )

Pomidor.id – Petugas Badan Karantina Pertanian Denpasar bekerjasama dengan Bea dan Cukai Bandara I Gusti Ngurah Rai, pekan lalu berhasil menahan masuknya belasan kilogram benih sayuran ilegal yang dibawa penumpang dari luar negeri. Benih tersebut diamankan petugas karena tanpa dilengkapi SIP (Sistem Informasi Pertanian) Mentan dan Phytosanitari Certificate dari Tiongkok.

Benih sayuran ilegal yang diamankan petugas saat itu adalah 13,5 Kg benih sayuran yang terdiri dari 23 sachet benih sawi seberat 500 gr, 2 sachet benih pokcay seberat 400 gr dan 4 sachet benih seledri seberat 300 gr.

Beraneka jenis benih sayuran ini seperti benih sawi, benih pokcay, benih seledri sangat berpotensi membawa organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) di dalamya, karena berasal dari daerah yang belum diketahui riwayat kesehatan tanamannya.

Setidaknya 3 virus tanaman, 6 bakteri pada tanaman, 4 cendawan dan kemungkinan 3 jenis biji gulma yang dapat terbawa benih tersebut. Contoh yang sangat berbahaya, golongan bakteri Pseudomonas syringae pv maculicola yang mampu menyerang lebih dari 25 species tanaman dalam famili Brassicaceae (suku sawi-sawian).

Baca Juga : Kementan Musnahkan Benih Impor Berpenyakit

“Ini berbahaya kalau sampai ditanam di lahan sawah kita, karena per 500 gram benih sayuran ini mampu untuk ditanamkan dilahan seluas 1 hektar. Berapa hektar sawah yang hancur jika ini membawa OPTK?” kata Irsan Nurhantoro, Kepala Seksi Karantina Tumbuhan Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Denpasar.

Irsan menuturkan, benih ini rentan menyebarkan penyakit bagi lahan pertanian lainnya.

“Petani sayuran kita akan rugi besar bila benih ini malah menyebarkan penyakit bagi tanamannya” tambahnya dalam akun media sosial Kementan RI.

petugas dengan benih ilegal sitaan
(Petugas menunjukkan benih sayuran ilegal yang berhasil diamankan. Foto : facebook.com/kementanRI)

Namun Irsan juga menjelaskan bahwa kejadian ini bukan hal yang disengaja untuk diselundupkan. Berdasarkan investigasi yang telah dilakukan, pembawa benih sangat kooperatif dan tidak paham aturan pemasukan benih dari luar negeri.

“Setiap benih yang masuk dan dibawa mempunyai potensi besar dalam penyebaran OPTK di lahan pertanian kita. Itu sebabnya kami sangat ketat dalam menerapkan pemeriksaan setiap media pembawa yang dilalulintaskan”, ujarnya.

Baca Juga : Rusia Cabut Larangan Impor Teh Asal Sri Lanka

Selanjutnya keseluruhan dari benih -benih ini diserahkan oleh pemilik untuk dimusnahkan oleh petugas karantina. Pemilik kemudian diberikan pembinaan agar kasus ini tidak terulang lagi.

Yang harus menjadi perhatian bersama, masuknya penyakit tanaman melalui benih adalah masalah serius yang dapat merugikan sektor pertanian kita.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan