border=

Bonus Demografi Peluang untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

bonus demografi dongkrak pertumbuhan ekonomi
(Seperti halnya sektor-sektor yang lain, bonus demografi juga dapat berimbas pada pengembangan sektor pertanian. Dibutuhkan keterlibatan banyak angkatan kerja usia produktif di sektor pertanian untuk upaya mewujudkan ketahanan pangan. Foto : garuda.industry.co.id)

Pomidor.id – Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan strategi persiapan untuk menangkap peluang bonus demografi yang akan dialami Indonesia pada tahun 2020-2030. Tumbuhnya angkatan kerja yang produktif ini diharapkan dapat memacu kinerja ekonomi nasional.

Demikian dikatakan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, ketika menjadi pembicara kunci pada acara Dialog Nasional bertemakan Ketenagakerjaan Inklusif di Indonesia, di Jakarta, Rabu (7/3). Menurutnya, pertumbuhan pesat ekonomi sejumlah negara salah satunya dipicu oleh ledakan usia produktif penduduknya.

 border=

“Sejarah membuktikan, peluang itu muncul pada saat negara mengalami bonus demografi. Contohnya Jepang. Pertumbuhan ekonominya mencapai 5 persen ketika bonus demografi, tetapi setelah masa itu lewat, pertumbuhannya rendah menjadi 0,9 persen,” ungkapnya.

Negara lainnya, yakni China, juga sempat meraih pertumbuhan ekonomi tinggi mencapai 9,2 persen pada saat bonus demografi. Akan tetapi pertumbuhan ekonominya menurun menjadi 6,7 persen setelah momentum itu selesai. Hal serupa juga dialami oleh Singapura dan Thailand. Untuk itu, peluang emas Indonesia dalam membangkitkan perekonomiannya tidak boleh terlewatkan karena masih ada periode hingga tahun 2030.

“Saat ini, Indonesia telah masuk one trillion dollar club,” ujar Menperin.

 border=

Baca Juga : SDM Adalah Kunci Pembangunan Sebuah Bangsa

Airlangga menambahkan, perbaikan ekonomi di Tanah Air terlihat dari empat aspek selama 15 tahun terakhir. Pertama, populasi tenaga kerja meningkat lebih dari 30 juta, yang ditopang dengan naiknya gaji sebesar dua kali lipat. Kedua, pertumbuhan konsumsi meningkat pula delapan kali lipat, di mana saat ini menyumbangkan 55 persen dari PDB.

angkatan kerja produktif
(Angkatan kerja tengah antri mengisi lowongan pekerjaan yang ditawarkan perusahaan. Jika diimbangi dengan SDM serta penguasaan teknologi, bonus demografi yang sebentar lagi dialami Indonesia dapat berperan besar dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Foto : pinterest.com)

“Ketiga, aspek investasi kita pun luar biasa peningkatannya, naik 13 kali lipat, yang juga mengalami peningkatan terhadap penyumbangan ke PDB dari 22 persen menjadi 34 persen. Terakhir, kita lihat dari kapitalisasi pasar bursa meningkat 15 kali lipat, kini kapitalisasinya mencapai US$500 miliar,” ujarnya.

Kendati demikian, bonus demografi harus pula ditunjang dengan stabilitas politik dan keamanan untuk mendongkrak serta menciptakan iklim usaha yang kondusif. Selanjutnya, peningkatkan level pendidikan turut menjadi jawaban bagi kebutuhan industri nasional dalam memiliki SDM kompeten sesuai perkembangan saat ini menghadapi era Industry 4.0.

“Revolusi industri keempat ini sesuatu yang tidak bisa kita tunda atau tahan, karena di semua negara sedang dibahas termasuk dalam World Economic Forum,” tuturnya.

Baca Juga : Agritech Butuh Sosialisasi yang Baik

Karena itu dalam upaya mendukung kesiapan memasuki teknologi Industry 4.0, pemerintah telah membangun infrastruktur melalui Palapa Ring untuk menguatkan konektivitas jaringan internet di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini karena kita sekarang memasuki era internet of everything.

Lebih lanjut Airlangga menjelaskan, sektor industri tengah melakukan transformasi untuk memanfaatkan teknologi digital dan internet dalam proses produksinya agar terintegrasi. Yang sekarang sedang dikembangkan industri antara lain berbasis pada e-Commerce, teknologi finansial (Fintech), Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), digitalisasi, 3D Printing dan robotik.

Sumber : Kementerian Perindustrian

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan