border=

KLHK Dukung Kesetaraan Gender dalam Pengelolaan SDA

kesetaraan gender mengelola SDA
(Bagi kaum perempuan, pengelolaan SDA tidak semata bernilai ekonomis, namun juga memiliki nilai sosial, budaya serta bagian dari eksistensi mereka. Foto : ibcsd.or.id)

Pomidor.id – Peran perempuan sangat penting dalam upaya pelestarian lingkungan hidup dan kehutanan. Hal itu diungkapkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, ketika bertemu dengan perwakilan para perempuan pejuang keadilan gender untuk pengelolaan sumber daya alam dari 10 propinsi di Indonesia, Rabu (29/3), di Jakarta. Pertemuan itu sendiri  membahas pemantapan program keadilan dan kesetaraan gender dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang berkelanjutan.

Banyak adat dan budaya bangsa di dunia yang menganggap alam sebagai Ibu bagi mereka. Penyebutan bumi pun sangat identik dengan Ibu atau perempuan, di mana hubungan bumi dan manusia ibarat Ibu dengan anak, saling menyayangi dan memberi kehidupan.

 border=

“Sangat tepat bila perempuan mempunyai peran yang sangat besar dalam merawat dan menjaga bumi, karena bumi dan perempuan dapat memberikan kedamaian dan kesejahteraan,” demikian pernyataan Menteri LHK dalam sambutannya.

Kementerian LHK menyadari dan mengakui sepenuhnya bahwa bagi perempuan, hutan dan lahan tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi juga memiliki makna yang lebih luas. Hutan dan lahan memiliki nilai sosial, budaya dan merupakan bagian dari eksistensi kehidupan perempuan.

Baca Juga : Libatkan Perempuan dalam Pengelolaan Sumber Air Bersih

Dikatakan Siti Nurbaya, di KLHK kebijakan pengarusutamaan atau kesetaraan gender sudah terlihat mulai dari penyusunan kebijakan sampai pada implementasi kebijakan di lapangan. Kebijakan Perhutanan sosial misalnya telah menyebutkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dalam memperoleh hak akses kelola perhutanan sosial.

Menteri LHK Siti Nurbaya
(Menteri LHK, Siti Nurbaya, menekankan pentingnya kesetaraan gender dalam pengelolaan SDA. Foto : menlhk.go.id)

“Jika dalam praktek masih ada perbedaan, kita akan mengadakan afirmasi program perhutanan sosial,” tegas Siti Nurbaya.

Selain itu, menurut Siti Nurbaya KLHK juga sedang mengevaluasi tentang keterlibatan analisis gender dalam perencanaan kebijakan dan analisis AMDAL. Ke depan direncanakan dokumen Amdal disertai analisis gender yang baik.

Selama ini sudah terlihat jelas keterlibatan perempuan dalam pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam. Dimana penggerak 5.000 bank sampah adalah perempuan. Penerima kalpataru juga sebagian adalah perempuan. Serta tak terhitung lagi banyaknya perempuan yang aktif dalam penyelamatan sumber daya air, alam dan lingkungan.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan