Permentan Sukses Stabilkan Harga Ayam di Tingkat Peternak

stabilnya harga ayam di tingkat peternak akan berimbas ke pedagang dan konsumen
(Stabilnya harga ayam di tingkat peternak, pada akhirnya akan berimbas pula pada stabilnya harga daging ayam di tingkat pedagang dan konsumen. Foto : palapanews.com)

Pomidor.id – Upaya yang dilakukan pemerintah melalui Permentan (Peraturan Menteri Pertanian), untuk pemberdayaan dan perlindungan terhadap peternak unggas mandiri, mulai membuahkan hasil. Saat ini harga ayam di tingkat peternak berangsur naik dan relatif stabil. Peternak ayam dapat menikmati keuntungan karena harga ayam hidup (live bird) mulai membaik.

Sekjen GOPAN (Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional), Sugeng Wahyudi, pekan lalu mengatakan, saat ini kondisi harga ayam hidup di tingkat peternak lebih bagus dibanding dengan tahun sebelumnya di bulan yang sama. Hal ini menurutnya karena implikasi dari penerapan Permentan Nomor 32 tahun 2017.

“Biasanya pada bulan Februari-Maret kita demo, namun tidak pada saat ini karena harga stabil,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Alvino dari PPUN (Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara).

“Harga saat ini bagus dan kita berharap seterusnya. Kami bisa tersenyum dengan lebar, dengan harga yang sebagus ini,”  ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum PINSAR (Perhimpunan Perunggasan Rakyat Indonesia), Singgih Januratmoko juga menyampaikan apresiasinya atas upaya keras Kementerian Pertanian untuk menstabilkan harga ayam di tingkat peternak.

“Harga sekarang sedang bagus-bagusnya di seluruh Indonesia, sesuai dengan harga batas atas pemerintah, yakni 19 ribu rupiah per kg harga ayam hidup,” terang Singgih.

Baca Juga : Produksi Daging Unggas Penuhi Kebutuhan Protein Hewani Nasional

Lebih lanjut Singgih mengatakan, stabilnya harga ini merupakan kerja keras semua pihak, baik itu Kementerian Pertanian, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, maupun para pelaku industri perunggasan nasional. Sebelumnya, industri perunggasan dalam negeri sempat kacau balau beberapa tahun lalu.

Bahkan jika ditelisik ke belakang dari tahun 2013, bulan Februari-Maret harga selalu jelek. Pernah harga di kandang anjlok sampai Rp 9 ribu. Dengan harga serendah itu, otomatis setengah modalnya sudah hilang. Karena itu, implementasi dari Permentan 32 tahun 2017 sangat berpengaruh positif. Hampir seluruh peternak di Indonesia tahun ini bisa menikmati stabilnya harga ayam.

“Harapan peternak semua supaya program-program Kementerian Pertanian yang berjalan untuk menata perunggasan dijalankan terus secara konsisten,” pungkas Singgih.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan