border=

Larangan Impor Sayuran dari Turki Picu Produksi Tomat di Rusia

produksi tomat di rusia
(Perang tomat dengan Turki justru melonjakkan produksi sayuran, khususnya tomat, di Rusia. Produksi tomat di negara beruang merah itu bahkan melebihi dua kali lipat kebutuhan pasar domestiknya. Foto : agrovesti.net)

Pomidor.id – Dari data yang dirilis Kementerian Pertanian Rusia, produksi tomat di negara tersebut tumbuh secara signifikan pada tahun 2017. Pertumbuhannya bahkan melampaui dua kali lipat kebutuhan pasar dalam negeri. Secara keseluruhan, produksi tomat di Rusia mencapai 3,23 juta ton, sementara permintaan pasar domestik hanya 1,47 juta ton.

Kementerian Pertanian Rusia pekan lalu menyatakan bahwa panenan tomat di negaranya sudah jauh melebihi ekspetasi, yakni 220 persen dari kebutuhan dalam negeri. Hal ini sekaligus membuat Rusia bisa swasembada tomat, jenis sayuran yang paling banyak dikonsumsi warganya.

Menurut sejumlah pengamat agro industri, hubungan yang kurang baik dengan Turki yang merupakan salah satu negara eksportir terbesar sayur-sayuran, justru membawa berkah peningkatan produksi tomat di Rusia. Apalagi negara yang dipimpin Vladimir Putin itu pernah secara total melarang impor sayuran dari Turki di tahun 2016 paska insiden ditembakjatuhnya pesawat tempur Sukhoi di perbatasan Suriah-Turki.

Baca Juga : Geser AS, Rusia Kini Super Power Baru di Sektor Pertanian

Namun peningkatan produksi tomat secara signifikan ini bukan datang begitu saja. Melainkan ditunjang oleh dukungan penuh pemerintah untuk pembangunan dan modernisasi fasilitas pertanian, khususnya pertanian di dalam greenhouse. Sedangkan untuk petaninya, mereka diberi insentif keuntungan 20 persen dari biaya produksi serta pinjaman ringan dengan tingkat bunga tak lebih 5 persen.

Modernisasi greenhouse ini membuat panenan melonjak rata-rata 34 kg tomat per meter persegi di tahun 2017, atau meningkat 25,5 persen selama enam tahun terakhir.

Sejak dikeluarkannya kebijakan pemberian pinjaman lunak kepada petani dan memsubsidi sebagian biaya produksi di tahun 2014, Rusia telah membangun greenhouse seluas 600 hektar. Tiga tahun kemudian, pembangunan greenhouse bertambah 350 hektar. Dengan dukungan teknologi tinggi, produktivitas panenan sayuran di greenhouse-greenhouse ini bisa mencapai hingga 60-80 kg / m2.

Khusus untuk tomat, sebelum dikenakannya sanksi terhadap Turki di tahun 2016, negara tersebut merupakan pemasok terbesar komoditas ini di Rusia dengan total ekspor 350 ribu ton per tahun.

Sumber : АгроВестник

1 Komentar

  1. Mustinya ngr kita jg bs bersikap tegas spt itu. Apalg utk produk horti Indonesia iklimnya lbh bagus. Cm pejabat kt lbh suka gontok2an pemilu drpd mikiri negara 10 25 50 100 thn ke dpn

Tinggalkan Balasan