Stabilnya Harga Ayam di Tingkat Peternak Kerja Keras Semua Pihak

stabilnya harga ayam kerja keras semua pihak
(Meski terkadang naik turun, namun fluktuasi harga daging dan telur ayam masih dalam kisaran harga yang dapat ditoleransi. Relatif stabilnya harga ayam, khususnya di tingkat peternak, merupakan kerja keras semua pihak di industri perunggasan nasional. Foto : rri.co.id)

Pomidor.id – Sementara itu, di tempat terpisah, Direktur Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), I Ketut Diarmita, menyambut gembira kabar tentang stabilnya harga ayam di tingkat peternak. Ia mengatakan bahwa kondisi yang bagus bagi perkembangan industri perunggasan nasional ini merupakan kerja keras semua pihak.

“Hal ini tentunya dapat terwujud berkat kerjasama yang baik antara pemerintah dengan semua pihak. Terutama para peternak yang tidak lelah berkoordinasi dan bekerja sama dengan pemerintah untuk mencari solusi dalam mengatasi permasalahan,” ungkap I Ketut Diarmita.

Menurutnya, pemerintah sendiri sudah melakukan berbagai upaya dari hulu hingga ke hilir untuk mengatasi masalah perunggasan, khususnya pemberdayaan dan perlindungan terhadap peternak mandiri. Ini demi mewujudkan stabilnya harga ayam di tingkat peternak, baik itu daging maupun telurnya.

Beberapa kebijakan dari aspek hulu yang telah dilakukan oleh pemerintah melalui Ditjen PKH Kementerian Pertanian, terutama untuk menstabilkan Harga Ayam Broiler /Live Bird, di antaranya adalah :

  1. Pengaturan DOC.
  2. Pengaturan mutu benih bibit yang bersertifikat.
  3. Menyeimbangkan supply – demand dalam hal pengaturan impor.
  4. Segmentasi usaha ayam layer (petelur) dimana sebahagian besar usaha budidaya di peruntukkan peternak (98%) dan perusahaan (2%).
  5. Penerbitan Permentan 32 Tahun 2017 tentang penyediaan, peredaran, dan pengawasan ayam ras.
  6. Pembentukan tim analisa dan tim asistensi serta tim pengawasan (audit) dalam mendukung pelaksanaan Permentan 32 tahun 2017.
  7. Analisis supply demand ayam ras.
  8. Secara rutin menyelenggarakan pertemuan antara peternak dengan pemerintah dan juga dengan para stakeholders ayam ras terkait.

Selain langkah-langkah tersebut, pemerintah juga menghadirkan BUMN, PT. Berdikari, ke industri unggas di bagian hulu untuk memfasilitasi peternak mandiri.

Baca Juga : Permentan Sukses Stabilkan Harga Ayam di Tingkat Peternak

DOC ayam broiler
(Salah satu aspek hulu yang dilakukan untuk menjaga kestabilan harga ayam adalah pengaturan DOC. Foto : ayamkita.com)

Sedangkan dari aspek hilir, Kementerian Pertanian terus mendorong tumbuhnya usaha pemotongan dan penyimpanan, serta pengolahan (RPHU) yang memiliki fasilitas rantai dingin. Sehingga hasil usaha peternakan tidak lagi selalu dijual sebagai ayam segar atau telur segar. Tapi juga dalam bentuk ayam beku dan ayam olahan atau pun untuk telur menjadi tepung telur.

Kementerian Perdagangan sesuai kewenangannya juga telah menerbitkan Permendag Nomor 27 Tahun 2017 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen. Hal ini sebagai upaya perlindungan terhadap harga ayam hidup dan telur ayam di tingkat peternak. Untuk mengendalikan para Broker (tengkulak), Kemendag juga telah menetapkan regulasi berupa keharusan setiap Broker terdaftar di Kemendag.

Sumber : Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan