Standarisasi Produk Penting untuk Perluasan Pasar

penting standarisasi produk bandeng tanpa duri
(Bambang Kumintarjo saat memberi pelatihan bandeng tanpa duri di Kelurahan Klojen. Menurutnya, usaha bandeng tanpa duri memiliki prospek yang bagus. Namun agar dapat merambah ke pasar yang lebih luas, musti ada standarisasi produk dan kualitas. Foto : pomidor.id)

Pomidor.id – Produk banteng tanpa duri saat ini semakin mudah ditemui. Mulai banyak bermunculan industri rumahan yang kini menekuni usaha menjual bandeng yang sudah bersih dari durinya. Namun untuk memperluas pasar, khususnya agar terserap oleh pasar-pasar modern, standarisasi produk serta kualitas adalah hal yang penting untuk diperhatikan.

Hal itu dikatakan Bambang Kumintarjo ketika menjadi instruktur pelatihan bandeng tanpa duri di Kelurahan Klojen, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Selasa (20/3). Di hadapan ibu-ibu yang mengikuti pelatihan tersebut, ia meyakini bahwa usaha penjualan bandeng tanpa duri memiliki prospek yang menjanjikan.

ibu2 membersihkan bandeng
(Ibu-ibu PKK Kelurahan Klojen tampak asyik membersihkan bandeng dari durinya. Foto : pomidor.id)

“Sebenarnya banyak yang suka dengan bandeng. Selain enak, ikan ini juga kaya nutrisi. Tapi karena banyak durinya, orang jadi malas memasaknya. Ribet, istilah jaman sekarang. Tapi justru itu membuka peluang usaha jualan bandeng tanpa duri karena pasarnya masih luas,” tutur Bambang.

Baca Juga : Pelatihan Cabut Duri Bandeng Agar Lebih Nyaman Dikonsumsi

Purnawirawan Angkatan Laut yang sudah hampir 10 tahun menekuni usaha makanan ikan olahan ini menambahkan, harga bandeng mentah sebagai bahan bakunya relatif tidak terlalu mahal. Sehingga ketika dijadikan olahan tanpa duri, selisih harga jualnya masih cukup untuk menutup ongkos kerja, pengemasan, sekaligus keuntungan bersih bagi pelaku usahanya.

Akan tetapi faktor yang tidak boleh disepelekan jika benar-benar ingin serius menggarap bisnis penjualan bandeng tanpa duri adalah kualitas dan standarisasi produk. Tanpa itu, maka pasar yang bisa dirambah akan sangat terbatas.

“Bandeng tanpa duri kini semakin banyak dijual di supermarket-supermarket. Dengan kemasan menarik, harganya bisa naik dua tiga kali lipat. Mereka jualnya juga satuan ekor, bukan kilogram. Cuma syaratnya, ukuran bandeng yang dijual harus seragam. Idealnya adalah satu kilo isi tiga ekor,” jelas Bambang.

olahan ikan
(Sejumlah produk olahan ikan, termasuk bandeng tanpa duri. Foto : pomidor.id

Lebih lanjut Bambang menjelaskan, tak hanya standarisasi produk, kualitas bandeng yang akan diolah tanpa duri juga harus diperhatikan. Bandeng mutlak harus segar. Selain tak gampang hancur ketika dibersihkan durinya, juga akan berpengaruh terhadap cita rasanya. Bandeng yang masih segar tentu rasanya lebih gurih dibanding bandeng yang sudah berhari-hari dipanen.

Baca Juga : Dinas Perikanan Jatim Tertarik dengan Konsep Usaha APIK

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Klojen, Dewi Mustika Sari, menyatakan senang dengan adanya kegiatan seperti pelatihan cabut duri bandeng di wilayahnya. Dalam kegiatan yang digagas oleh WKRI (Wanita Katolik Republik Indonesia) ini, ia mengundang seluruh pengurus PKK di Kelurahan Klojen untuk turut berpartisipasi.

dewi mustika sari
(Dewi Mustika Sari, Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Klojen. Foto : pomidor.id)

“Di sini (Kelurahan Klojen) ada 7 RW. Masing-masing RW diwakili 3 orang. Kemudian ditambah dengan 16 pengurus PKK kelurahan, jadi yang ikut pelatihan cabut duri bandeng ini lebih dari 30 orang,” ujar Dewi.

Ia berharap, apa yang diperoleh dari pelatihan ini bisa ditularkan ke ibu-ibu yang lain. Bahkan kalau memungkinkan, bisa muncul industri rumah tangga di Kelurahan Klojen yang memproduksi bandeng tanpa duri.

“Tak harus muluk-muluk menyuplai ke supermarket. Bisa menjual ke Pasar Klojen dengan harga sedikit lebih tinggi saja sudah bagus. Itu akan sangat membantu ibu-ibu menambah income rumah tangga mereka,” tandas Dewi.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan