BPOM Dukung Pengembangan UMKM Jamu Bersaing di Pasar Global

umkm jamu
(UMKM obat tradisional memiliki potensi untuk menguasai pasar dalam negeri sekaligus bersaing di pasar global. Namun untuk itu harus memenuhi persyaratan seperti standar mutu dan keamanan. Foto : pinterest.com)

Pomidor.id – BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) mendukung pengembangan jamu sebagai usaha ekonomi kerakyatan agar nantinya dapat bersaing di pasar dalam negeri maupun di pasar global. Untuk itu, BPOM akan membantu memfasilitasi para pelaku usaha UMKM jamu melalui pembinaan dan pendampingan agar mampu memenuhi persyaratan standar mutu, keamanan serta manfaatnya bagi kesehatan.

Berdasarkan data yang dimiliki BPOM RI, setidaknya ada 751 produsen obat tradisional di Indonesia yang meliputi jamu, obat herbal terstandar dan fitofarmaka. Dari jumlah tersebut, 626 merupakan Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM), sehingga juga menjadi salah satu sektor penggerak perekonomian masyarakat.

“Dalam kehidupan modern, masyarakat Indonesia masih memegang teguh kultur bahwa obat tradisional adalah warisan leluhur untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan. Ini tentunya menjadi peluang yang harus kita manfaatkan sekaligus tantangan agar obat tradisional tidak hanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri tetapi juga mampu bersaing di pasar global,” kata Kepala BPOM RI Penny Kusumastuti Lukito mengenai potensi pengembangan UMKM jamu sebagai obat tradisional.

“(Karena itu) BPOM mendukung pengembangan UMKM obat tradisional khususnya jamu melalui pembinaan, pendampingan dan fasilitasi sehingga mampu memenuhi persyaratan dan standar keamanan, mutu, dan manfaat serta meningkatkan daya saing”, lanjutnya sebagaimana dirilis laman resmi BPOM.

Baca Juga : Pasar Jamur Obat Terus Tumbuh di Tahun 2018

Penny berharap, tak hanya standar persyaratan teknis yang meningkat. Tapi jamu juga harus dapat menjadi obat pilihan masyarakat yang terjangkau. Dengan demikian jamu dapat menguasai pasar dalam negeri serta menjadi produk ekspor andalan ke manca negara.

mbok jamu gendong
(Dengan promosi yang unik, jamu pun bisa populer di manca negara. Seperti yang dilakukan Miss Indonesia, Kevin Liliana, dengan kostum “Mbok Jamu Gendong”. Dengan kostum tersebut, Kevin dinobatkan sebagai Miss International 2017. Foto : asiaone.com)

BPOM juga mengajak kerja sama lintas sektor sebagai mitra untuk pengembangan industri jamu mulai dari kalangan akademisi, institusi, pelaku usaha jamu dan pemerintah. Pasalnya, pengembangan jamu tidak akan optimal apabila berjalan secara sendiri-sendiri. BPOM pun akan terus berupaya memperluas program pendampingan pelaku usaha jamu. Agar produk jamu semakin aman untuk dikonsumsi dan bisa menjadi alternatif sistem pelayanan kesehatan.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan