border=

Jaring Pelanggan Sayuran Hidroponik di Malang City Expo

produk sayuran hidroponik SMKN 1 Malang
(Faizal tengah menerangkan tentang sayuran hidroponik yang dibudidakayan di sekolahnya kepada seoerang pengunjung. Foto : pomidor.id)

Pomidor.id – Dari sekian banyak pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang mengikuti pameran Malang City Expo tanggal 11-14 April di Kompleks Stadion Gajayana, ada satu stand yang agak berbeda dibanding stand-stand lainnya. Yakni stand SMK Negeri 1 Malang yang memajang peralatan hidroponik berikut sayuran siap panen. Bukan sekedar pajangan, tapi sayur siap panen itu juga dijual di lokasi pameran bagi yang berminat.

Dua murid SMKN 1 Malang, Bayu dan Faizal, tampak sibuk menjelaskan kepada beberapa orang yang mampir ke stand mereka. Rata-rata pengunjung menanyakan tentang proses penanaman sayuran dengan sistem hidroponik, jenis sayuran apa saja yang dibudidayakan serta harga jual dan di mana membelinya.

 border=

“Yang di sini jumlahnya terbatas. Bisa kalau mau beli, tapi tidak bisa banyak. Kalau Ibu mau beli rutin dan ingin yang jenisnya macam-macam, monggo datang ke sekolah kami, Bu,” kata Bayu kepada seorang emak-emak yang tertarik dengan dispay sayuran hidroponik di stand SMKN 1 Malang.

Di pameran ini, sayuran hidroponik yang dipajang memang sebagian besar adalah jenis selada. Untuk sayuran lain seperti kangkung, sawi-sawian dan beberapa jenis sayuran lainnya, ada di sekolah mereka.

Baca Juga : Usaha Pertanian Organik Masih Terkendala Pasar

 border=

Menurut rekan Bayu, Faizal, tujuan mereka mengikuti pameran Malang City Expo adalah mengenalkan produk-produk sayuran hidroponik yang dibudidayakan di sekolah mereka ke masyarakat. Sebab, selama ini sayuran hidroponik masih kalah populer jika dibandingkan dengan sayuran organik konvensional yang ditanam menggunakan media tanah.

“Untuk sementara ini kami menjual hasil panenan ke lingkungan terdekat. Ke kampung-kampung dekat sekolah atau dipesan guru-guru. Kadang-kadang juga ada wali murid yang tertarik membelinya. Tapi khusus untuk pelanggan tetap, tidak banyak,” terang Bayu.

stand hidroponik SMKN 1 Malang
(Beberapa orang guru Malang turut berpartisipasi mengenalkan produk sayuran hidroponik SMKN 1 Malang. Foto : pomidor.id)

Menurutnya, orang berpikir dua kali untuk membeli produk sayuran hidroponik itu mungkin karena anggapan bahwa harganya pasti mahal. Padahal sayur organik yang dibudidayakan di sekolahnya tidak murni berorientasi komersial. Lebih banyak yang ditujukan untuk bahan praktek dan pembelajaran bagi murid-murid. Kalau pun setiap saat ada panenan yang dijual, itu disishkan untuk membeli peralatan, benih, pupuk AB Mix, dan biaya operasional lainnya.

“Karena itu sayur hidroponik di sekolah kami lebih murah harganya dibanding yang dijual di swalayan-swalayan besar,” tambahnya.

Baca Juga : Pro Kontra Tanaman Hidroponik Diberi Sertifikat Organik

Baik Bayu maupun Faizal yang sama-sama duduk di Kelas XI ini berharap dengan mengikuti pameran di Malang City Expo, produk sayuran hidroponik di sekolahnya dapat dikenal lebih luas lagi. Dengan kata lain, pameran ini dapat dimanfaatkan untuk menjaring calon pelanggan tetap produk sayuran SMKN 1 Malang.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan