border=

Jaringan McDonald di Rusia Mulai Gunakan Kentang Lokal

jaringan mcdonald di rusia
(Antrean warga di salah satu gerai McDonald di Moskwa. Sanksi ekonomi dari Barat serta turunnya nilai tukar Rubel, membuat jaringan waralaba restoran siap saji yang beroperasi di Rusia itu harus mengandalkan pasokan kentang lokal. Foto : yandex.ru)

Pomidor.id – French fries atau kentang goreng di seluruh jaringan McDonald di Rusia kini mulai menggunakan kentang lokal untuk memasok kebutuhan restoran waralaba tersebut. Sanksi perdagangan yang berlarut-larut dari negara-negara Barat, mau tak mau membuat Rusia harus mengandalkan kentang yang dibudidayakan di dalam negeri.

Salah satu menu wajib di McDonald adalah french fries. Namun sejak membuka cabangya di Rusia pertengahan tahun 90-an, kebutuhan kentang selalu dipasok dari luar. Hal ini karena kentang lokal negara beruang merah itu varietasnya tidak cocok untuk dipakai sebagai french fries sesuai standar McDonald. Sedangkan untuk bahan-bahan lainnya di luar kentang seperti daging, roti, saus, dlsb, jaringan McDonald di Rusia sudah lama memakai bahan-bahan lokal.

 border=

Baca Juga : Delivery Service Makanan Tingkatkan Kecelakaan di China

Belanda dan Polandia selama ini merupakan dua negara pemasok utama kentang beku untuk kebutuhan McDonald di Rusia. Namun sanksi ekonomi dari Uni Eropa ditambah dengan merosotnya nilai tukar mata uang Rubel, mengharuskan jaringan McDonald di Rusia bergantung pada suplai kentang dari dalam negeri.

Karena itu, sebagaimana dilansir wktv.com, jaringan waralaba makanan siap saji asal Amerika Serikat itu menggandeng perusahaan produsen kentang di selatan Moskwa untuk memasok kebutuhan kentang di 651 outlet McDonald di seluruh Rusia. Tentunya kentang yang digunakan adalah kentang yang varietasnya paling mendekati kentang yang sesuai standar french fries McDonald.

Perusahaan tersebut mempunyai kapasitas produksi lebih dari 200 ribu ton kentang per tahunnya. Kapasitan produksi itu merupakan kentang beku siap masak yang sudah dicuci dan dikupas.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan