Kenikir Sebagai Tanaman Hias Sekaligus Pengendali Hama

kenikir sebagai tanaman hias
(Warna warni yang menyolok dari tanaman kenikir tak hanya sedap dipandang, namun juga berfungsi sebagai pemerangkap serangga. Foto : pinterest.com)

Pomidor.id – Selama ini kenikir sering dipandang sebagai semi tanaman liar. Pertumbuhannya yang cepat dan cenderung rungsep (rimbun), membuat banyak yang menganggapnya mengganggu keindahan. Padahal jika dirawat dengan benar, kenikir sebagai tanaman hias akan menambah estetika pekarangan rumah karena warna bunganya yang kuning terang. Selain itu, kenikir ternyata juga bisa dimanfaatkan sebagai pengendali hama tanaman.

Kenikir yang memiliki nama keren Tagesta erecta ini merupakan anggota dari Asteraceae. Tanaman ini termasuk tumbuhan perdu yang tingginya bisa mencapai 1 meter. Selain kuning, bunganya ada pula yang berwarna ungu, putih, oranye dan merah. Sementara daunnya majemuk dan bertangkai panjang, sekilas mirip daun seledri. Ketika diremas, daun kenikir mengeluarkan bau nyegrak (keras).

Baca Juga : Mengenali Tanda-tanda Tanaman Kekurangan Nutrisi

Di Pulau Jawa kenikir sangat mudah ditemui karena ditanam mulai dari dataran rendah hingga pegunungan. Bisa jadi ini berkaitan dengan budaya makan masyarakat Jawa dan Sunda yang doyan lalap. Kenikir sering dijadikan tambahan sayur untuk pecel atau dikonsumsi mentah sebagai lauk pendamping. Banyak yang beranggapan bahwa daun kenikir berkhasiat untuk kesehatan serta mendorong nafsu makan.

Di sisi lain, keindahan warna warni bunganya menjadikan kenikir sebagai tanaman hias adalah hal yang patut dicoba untuk memperindah pekarangan rumah. Apalagi perawatannya pun mudah. Hanya saja tanaman yang juga dikenal dengan nama Marigold ini membutuhkan sinar matahari penuh dan penyiraman rutin, khususnya yang ditanam di dalam pot.

Mengingat pertumbuhannya yang sangat cepat dan selalu mencari sinar matahari, dalam satu pot ukuran sedang idealnya ditanam tak lebih dari dua tanaman. Ini agar kenikir tidak sampai bengkok atau tumbuh tidak beraturan sehingga justru tampak jelek.

Ada lagi keuntungan menanam kenikir, yakni sebagai pengendali hama. Aromanya yang khas, ternyata tak disukai nyamuk. Bagi yang ingin mencegah serbuan nyamuk dengan cara yang indah, ada baiknya menyelipi kenikir di antara tanaman-tanaman hias yang lain di pekarangan rumah.

Baca Juga : Menyiasati Pemeliharaan Kebun Saat Lama Bepergian

Tak hanya mengusir nyamuk, tanaman asli dari benua Amerika ini sebenarnya sudah lama dimanfaatkan petani untuk mengendalikan serangan hama secara alami. Biasanya kenikir sengaja ditanam sebagai pendamping atau border tanaman sayuran. Fungsinya adalah sebagai tanaman perangkap hama.

kenikir sebagai border tanaman jeruk
(Di perkebunan jeruk, kenikir sering dimanfaatkan sebagai pembatas kebun untuk memperindah lingkungan sekaligus sebagai pengendalian hayati terhadap serangan hama pengganggu. Foto : litbang.pertanian.go.id)

Bunga kenikir yang umumnya berwarna kuning menyolok akan menarik hama seperti kutu daun dan serangga pengganggu lainnya untuk mendarat di bunga sampai kemudian bertelur. Telur-telur serangga itu akan menetas dan memakan daun sampai akhirnya mati keracunan karena hampir semua bagian kenikir mengandung senyawa-senyawa kimia yang mematikan bagi serangga.

Karena memiliki kandungan senyawa-senyawa kimia tersebut, kenikir dapat dimanfaatkan sebagai ramuan untuk pestisida nabati.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan